Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026
Kakanwil Kemenag Sumut:

Keberangkatan Haji 2023 dan 2024, Porsi Khusus Lansia

Redaksi - Senin, 18 Desember 2023 17:39 WIB
237 view
Keberangkatan Haji 2023 dan 2024, Porsi Khusus Lansia
(AFP/Delil Souleiman)
Ilustrasi. Cara cek nomor porsi dan perkiraan keberangkatan haji 2023 
Medan (SIB)
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H Ahmad Qosbi SAg MM mengungkapkan pentingnya sertifikasi untuk memberikan lisensi kepada para pembimbing yang berkompeten. Tujuannya, menjaga kualitas pelaksanaan bimbingan manasik kepada para jemaah haji dan umrah.
Dilihat dari lama resmi Kanwil Kemenag Sumut, Sabtu (16/12) sore, Kakanwil Kemenag Sumut mengucapkan hal itu saat membuka Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional Tahun 2023 di Medan, Kamis kemarin.
Turut hadir pada kegiatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumatera Utara Drs H Basarin Yunus Tanjung, Wakil Dekan I Fakultas Dakwa dan Komunikasi UINSU Dr Hasnun Jauhari Ritonga MA, Ketua FK KBIHU Provinsi Sumatera Utara H Ilyas Halim, dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumut Dr H Zulfan Efendi SAg MSi.
"Ruh pelaksanaan ibadah haji dan umrah terletak pada kemampuan jemaah dalam melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji, begitu juga dengan larangan-larangan selama di sana. Semua rangkaian pelaksanaan ibadah itu sebagian besar diperoleh jemaah dari para pembimbing yang notabene telah mendapatkan sertifikat pembimbing melalui sertifikasi. Untuk itu, sertifikasi ini sangat penting," ungkap Qosbi.
Ia juga mengatakan, selama ini tugas pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah pembinaan, pelayanan, dan perlindungan. Untuk melaksanakan itu, butuh tenaga-tenaga profesional yang handal agar jemaah nyaman dan aman selama proses pelaksanaannya.
“Pembinaan yang dimaksud seperti manasik, bagaimana proses ibadah yang mana dapat meningkatkan pemahaman para jemaah. Pelayanan yang dilakukan seperti pemenuhan akomodasi, transportasi, dan juga konsumsi. Pemerintah memastikan jemaah layak mendapatkan fasilitas yang terbaik. Dan terakhir perlindungan, bagaimana pemerintah memastikan jemaah dalam keadaan prima dalam menjalankan ibadah haji baik kesehatan dan lainnya,” kata Kakanwil.
Ahmad Qosbi berharap dengan adanya kegiatan sertifikasi haji dan umrah ini para pembimbing haji dan umrah dapat meningkatkan wawasan yang lebih luas dan update terkait dengan kebijakan penyelenggaraan baik yang ada di Arab Saudi maupun di dalam negeri.
“Pembimbing Haji juga serta merta mendukung program kerja Kementerian Agama RI untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait informasi terbaru terkait haji dan umrah,” lanjutnya.
Kakanwil mengatakan pada keberangkatan tahun 2023 dan 2024 nanti, pemerintah masih menggunakan porsi khusus lanjut usia (Lansia).
Pembimbing diharapkan dapat merumuskan dan menyusun strategi agar jemaah Lansia dan jemaah lainnya terpenuhi haknya untuk mendapatkan bimbingan.
Ahmad Qosbi juga menyampaikan saat ini Kementerian Agama RI telah membuka perekrutan petugas haji baik ketua kloter, pembimbing, dan non-kloter. Ia memastikan proses perekrutan dilakukan transparan dan masyarakat dapat mengikuti proses perekrutan tersebut sesuai persyaratan yang telah ditetapkan. (**)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru