Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 21 Juni 2026

Target Rp 1,2 T, Realisasi Penerimaan PAD Deliserdang Rp 800 M

Redaksi - Kamis, 11 Januari 2024 12:26 WIB
220 view
Target Rp 1,2 T, Realisasi Penerimaan PAD Deliserdang Rp 800 M
Foto: kontan.co.id
Ilustrasi
Lubukpakam (SIB)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Drs Hendra Wijaya mengaku pihaknya sudah semaksimal mungkin untuk mengejar target realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Hingga akhir tahun 2023 pihaknya finish menerima berkisar Rp 800 miliaran (62,9 persen) dari target berkisar Rp 1,2 triliun.

"Realisasi penerimaan tahun 2023 sudah lebih tinggi dari tahun 2022. Kita finalnya dapat 62,9 persen atau sekitar Rp800 miliaran. Sudah kami buat segala cara untuk dapatkan potensi. Kalau ada cara yang pas lagi coba kasih saran sama kami," ujar Hendra Wijaya baru-baru ini kepada wartawan.

Mantan Kadis Sosial Deliserdang itu menyebut, sejauh ini ia masih percaya dengan kinerja anggotanya di lapangan. Namun demikian ditegaskan ia tidak mau memberi kepercayaan 100 persen. Tidak ditampik kalau ia juga masih belum puas dengan hasil yang sudah dicapai saat ini.

"Kalau 100 persen percaya ya tidak percayalah sama anggota. Yang jelas dibanding tahun lalu ya sudah naikn capaiannya. Tahun sebelumnya (2022) itu dapat Rp700 miliaran," kata Hendra.

Hendra mengakui kalau program relaksasi pajak bumi dan bangunan (PBB) yang sempat mereka keluarkan pada akhir tahun lalu masih kurang optimal. Namun demikian dari program itu bisa didapat Rp 25 miliar.

"Jadi sudah lakukan rasionalisasi. Zaman akulah ada pindah buku untuk penghapusan karena ada piutang yang tidak mungkin didapati. Sebelum-sebelumnya tidak pernah. Jadi data dimatangkan ada by name by adress. Banyak ke luar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang terakumulasi di tanah eks PTPN. Pada waktu itu bermohon supaya SPPT ke luar jadi pada saat tanah itu tidak ada kejelasan dia tidak mau bayar lagi. Sementara itu tercatat dan terakumulasi dari tahun 90-an," tutur mantan Sekretaris DPRD Deliserdang itu.


REKANAN TUNGGU BAYAR PEKERJAAN
Imbas dari hal tersebut pada akhir tahun lalu, ratusan kontraktor melakukan beberapa aksi. Salah satunya melakukan orasi ke rumah dinas Bupati Deliserdang pada malam di penghujung tahun. Mereka meminta Bupati dan Sekda Deliserdang supaya membayarkan pekerjaan yang sudah diselesaikan mereka. "Bapak Bupati Deliserdang dan Bapak Sekda Deliserdang mohon bayar kerjaan kami.

Kami sudah selesai mengerjakan pekerjaan kami, mohon dibayar pak," kata Safrin dalam video WhatsApp yang diterima wartawan.

Hingga akhir tahun pekerjaan mereka tidak juga dibayar oleh Pemkab Deliserdang akibat keterbatasan anggaran. Kini ratusan rekanan yang bekerja di Dinas Perkimtan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang hingga Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Deliserdang hanya bisa menunggu pembayaran utang dari Pemkab Deliserdang.(**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru