Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

DPRD SU: Parkir Berlangganan Hapus "Kebocoran" dan Dongkrak PAD Kota Medan

Firdaus Peranginangin - Rabu, 21 Agustus 2024 16:44 WIB
511 view
DPRD SU: Parkir Berlangganan Hapus "Kebocoran" dan Dongkrak PAD Kota Medan
Foto SNN/Firdaus
Zeira Salim Ritonga.
Medan (harianSIB.com)
Penasehat Fraksi Nusantara (FN) DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga menegaskan, gebrakan Wali Kota Medan Bobby Nasution menerapkan sistem parkir berlangganan di Kota Medan, tujuannya untuk menghapus kebocoran pendapatan, sebab potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perparkiran selama ini cenderung masuk ke kantong oknum-oknum tertentu.

"Namun kita berharap kepada Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Medan jangan terlalu buru-buru mengejar target pengutipan, sehingga kerap terjadi cek-cok di lapangan. Utamakan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat," tandas Zeira Salim Ritonga kepada wartawan, Rabu (21/8/2024) melalui telepon dari Medan.

Ditambahkan Bendahara DPW PKB Sumut ini, parkir berlangganan ini sebenarnya wajib didukung semua pihak, sebab sangat berpotensi mendongkrak PAD lebih maksimal, sebab dengan sistem berlangganan, pendapatan dari sektor parkir menjadi lebih teratur dan terjamin.

"Ini jelas membantu pemerintah daerah dalam merencanakan dan mengalokasikan anggaran secara lebih efektif. Apalagi sistem berlangganan memudahkan masyarakat dalam membayar retribusi parkir, sekaligus mengurangi praktik parkir liar atau penghindaran pembayaran yang mengurangi PAD," tandas anggota Komisi B ini.

Dengan adanya sistem parkir berlangganan, tandas anggota dewan Dapil Labuhanbatu, Labura dan Labusel ini, pemerintah bisa lebih mudah mengawasi dan mengontrol pemasukan dari parkir, karena data transaksi lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

"Yang pasti, sistem berlangganan yang menggunakan barcode ini meminimalisir kebocoran pendapatan karena adanya pemantauan dan pencatatan yang lebih baik, sehingga potensi PAD bisa dimaksimalkan," tandas Zeira Salim.



Namun, tambahnya, keberhasilan penerapan parkir berlangganan yang terus menuai pro dan kontra ini, sangat bergantung cara mengimplementasikannya kepada masyarakat oleh petugas Dishub Medan, melalui sosialisasi yang humanis, bukan dengan cara "pemaksaan".

"Jika petugas Dishub Medan mengutip parkir berlangganan ini dengan cara pemaksaan kehendak atau sedikit bergaya "preman" tentu akan melahirkan antipati dari masyarakat, dan efeknya bisa merusak kredibilitas Pak Wali Kota Medan. Disini kita berharap kepada petugas Dishub Medan, agar terus melakukan sosialisasi dan pendekatan secara humanis ke masyarakat, agar program ini bisa sukses," ujar Zeira Salim.

Penegasan itu disampaikan Zeira menanggapi berita SIB, Selasa (20/8/2024) terkait penjelasan Wali Kota Medan Bobby Nasution yang menyatakan, salah satu tujuan Pemko Medan menerapkan parkir berlangganan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perolehan retribusi dari sektor perparkiran.

"Berdasarkan data kendaraan yang dimiliki, jumlah potensi pelanggan parkir berlangganan cukup tinggi, yakni roda 4 diperkirakan sebanyak 312.107 unit kendaraan dan kendaraan roda 2 sebanyak 1.179.623 unit," ujar Bobby Nasution menjawab Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (19/8/2024).(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru