Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 29 Juni 2026

Shohibul Anshor Siregar Sebut Krisis Bencana Sumatera 'Kegagalan Negara'

Duga Munte - Selasa, 16 Desember 2025 12:31 WIB
463 view
Shohibul Anshor Siregar Sebut Krisis Bencana Sumatera 'Kegagalan Negara'
Ist/SNN
Shohibul Anshor Siregar

Medan(harianSIB.com)

Bencana hidrometeorologi yang melanda Pulau Sumatera, termasuk banjir bandang di Aceh Tamiang, tanah longsor di Sumatera Barat, dan air bah di Sumatera Utara, bukan sekadar "fenomena alam" biasa, melainkan "manifestasi kegagalan negara" dan bukti "kegagalan sistemik" dalam mengelola ruang hidup bersama.

Demikian pengamat dan akademisi dari FISIP UMSU, Shohibul Anshor Siregar, kepada Jurnalis SIB Bees Network (SNN) di Medan, Selasa (16/12/2025). Dia menyoroti "Kisah Dua Kegagalan: Arogansi Pusat & Impotensi Daerah" yang kini membuat Pulau Sumatera, sebagai "tulang punggung komoditas dan paru-paru biodiversitas Indonesia," terkepung bencana.

Shohibul Anshor Siregar mengecam keras sikap pemerintah pusat yang disebutnya berada dalam kondisi "disonansi kognitif di Istana," karena menolak tawaran bantuan di tengah penderitaan warga. Penolakan ini diklaim Jakarta untuk menjaga citra "pemerintahan baru yang perkasa".

"Bagi warga, penolakan ini berarti perpanjangan masa penderitaan dan hilangnya akses ke teknologi pemulihan yang lebih canggih," ujar Siregar.

Baca Juga:
Selain itu, Siregar juga mengkritik alokasi dana bantuan yang dianggap sebagai "politik anggaran receh untuk bencana raksasa". Bantuan pusat hanya dialokasikan sebesar Rp 1 miliar per kabupaten/kota dan Rp 1,5 miliar per provinsi.

"Dana ini bahkan tidak cukup untuk menyewa alat berat selama masa tanggap darurat," tegas Siregar sambil menambahkan bahwa paradigma bantuan masih bersifat 'charity', bukan pemulihan sistemik, diperparah dengan mekanisme Dana Siap Pakai (DSP) BNPB yang birokratis.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru