Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Kilas Balik Medan 2025: Banjir Renggut 20 Nyawa, DPRD Soroti Lemahnya Koordinasi

Horas Pasaribu - Rabu, 31 Desember 2025 12:07 WIB
645 view
Kilas Balik Medan 2025: Banjir Renggut 20 Nyawa, DPRD Soroti Lemahnya Koordinasi
Foto:Dok/Fraksi Nasdem DPRD Medan
Antonius Devolis Tumanggor

Medan (harianSIB.com)

Bencana banjir menjadi masalah terbesar dialami warga Kota Medan di tahun 2025. Meski masalah pembangunan masih menjadi catatan, tapi derasnya air hujan telah merenggut nyawa 20 orang, ratusan rumah hancur dan ribuan orang terdampak.

Kejadian yang mengerikan tersebut harus jadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar tidak terulang, minimal bisa diantisipasi. Pasalnya, sebelum warning dari BMKG, Komisi 4 DPRD Medan sudah mendesak Dinas terkait segera action mengatasi banjir.

"Tapi masing-masing pihak saling membela diri, memberi argumen masing-masing, terjadilah debat kusir, kesimpulan pun tidak ada. Akhirnya malapetaka banjir melanda Kota Medan," kata anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor kepada wartawan, dalam kilas balik Kota Medan, Rabu (31/12/2025).

Namun kata Politisi Nasdem ini, semuanya sudah terjadi, dinas terkait harus benar-benar introspeksi diri. Semua sudah memiliki bidang tugas dan anggaran masing-masing mengatasi banjir. Mulai dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS), Pemprov Sumut, Dinas SDABMBK, Perkim Citaru dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Baca Juga:
Anggota Komisi 4 ini mengharap Instasi terkait jangan lagi mempertahankan ego masing-masing, karena akibat ego tersebut puluhan jiwa sudah melayang akibat terjangan banjir. Kordinasi mesti dilakukan, BWS dan Pemprov jangan cuma menunggu "bola", tapi mengajak pemko seperti Dinas SDABMBK dan Perkim Citaru mengerjakan bagian masing-masing.

Dia mengakui, dana bantuan Bank Dunia Rp 1,5 triliun ada pada BWS. Perkim Citaru diminta menyiapkan lahan untuk pelebaran sungai dan pembuatan sumur resapan. Kalau Perkim belum bergerak, BWS harus mendorong dan ikut mengingatkan serta memberikan masukan dan solusi jika pemko menemukan jalan buntu.

"BWS, Pemprov Sumut dan Pemko Medan harus sama-sama melakukan kordinasi ke Bappenas, Kemendagri, BPK atau langsung kepada presiden. Apa langkah dilakukan jika ada bagian yang belum teratasi, misalnya pemko tidak memiliki anggaran pembebasan lahan, apakah ada bantuan pemerintah pusat. Kita jangan menunggu, karena waktu berjalan terus sementara banjir tidak bisa kita hempang. Kalau masing-masing pihak mempertahankan tupoksinya lalu pekerjaan jalan di tempat dampak banjir akan makin parah. Ayolah saling mengajak dan mengingatkan," tegasnya.

Menurut dia, perlahan-lahan BWS harus melakukan tugasnya seperti pengorekan sungai yang sudah banyak mendangkal. Kemudian bagian dinding sungai yang betonnya rusak agar diperbaiki. Di beberapa titik sudah dilakukan pembebasan lahan dan ganti rugi, tapi belum dieksekusi sehingga warga yang sudah menerima ganti rugi masih tetap tinggal di bantaran sungai.

Pemko Medan sudah perlu membangun rumah susun (Rusun), karena jika warga daerah pinggir sungai yang akan direlokasi, hunian mereka sudah ada. Pemko masih memiliki lahan luas membangun sungai, anggaran membangun bisa dimohonkan kepada Kementerian.

"Cepat atau lambat, warga DAS (daerah aliran sungai) akan direlokasi, mengingat efek banjir sudah semakin parah. Tapi sebelum relokasi, hunian harus ada agar tidak menimbulkan masalah sosial," ungkapnya.

Selain itu, kata Antonius, Pemko sudah perlu memulai melakukan penanaman pohon bambu di bibir sungai. Karena tanaman bambu sangat efektif mencegah erosi dan membuat Kota Medan makin hijau dan lingkungan semakin sehat. Pembetonan tidak memiliki masa dan menguras anggaran yang tidak sedikit.

"Menanam bambu di bibir sungai membuat pondasi DAS jadi kokoh, tidak tergerus derasnya arus banjir," tuturnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BMKG: Cuaca Sumut Didominasi Hujan Lebat, Waspada Gelombang Tinggi
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Sumut, Hujan Lebat dan Banjir ROB Berpotensi Terjadi
Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara: Pemerintah Lamban Tangani Bencana, Izin Tambang dan Kehutanan di Sumut Harus Dievaluasi Total
Taput Belum Pulih, Bibit Siklon Tropis Intai Hingga Akhir Desember
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sumut pada 8–15 Desember 2025
BMKG: Belokan Angin Picu Hujan Lebat di Sumut, Pesisir Timur dan Barat Diminta Waspada
komentar
beritaTerbaru