Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Mahasiswa Desak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Tangkap Pelaku Penganiayaan Ketum BP FORMI

Tumpal Manik - Rabu, 21 Januari 2026 20:40 WIB
560 view
Mahasiswa Desak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Tangkap Pelaku Penganiayaan Ketum BP FORMI
Foto: harianSIB.com/Dok
Massa yang tergabung dalam PMPRSU menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Rabu (21/1/2026).

Medan(harianSIB.com)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Pembela Rakyat Sumatera Utara (PMPRSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, Rabu (21/1/2026).

Aksi yang turut diikuti elemen masyarakat sebagai bentuk keprihatinan atas lambannya proses penegakan hukum dalam kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Azhari, Ketua Ormas Islam BP FORMI, Pimpinan Media Medan Sumut Pos, sekaligus Ketua OKK Organisasi Wartawan Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumatera Utara.

Dalam aksinya, massa menuntut Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, dan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, segera mengambil langkah konkret dan profesional untuk menuntaskan laporan dugaan penganiayaan yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan hukum serta terkesan berjalan di tempat.

Massa aksi menilai lambannya penanganan Laporan Polisi Nomor: LP/B/22/I/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tertanggal 3 Januari 2026, yang disebut telah dilakukan gelar perkara. Namun ironisnya, hingga saat ini para terduga pelaku penganiayaan terhadap Azhari masih bebas berkeliaran tanpa adanya tindakan penangkapan maupun penetapan tersangka.

Baca Juga:
"Kami menilai penegakan hukum terkesan lamban dan tidak mencerminkan asas keadilan. Jika laporan sudah jelas dan gelar perkara telah dilakukan, mengapa para terduga pelaku penganiayaan terhadap Azhari masih bebas? tegas Kordinator Aksi, Imam Solihin.

Massa juga menyampaikan ultimatum keras bahwa aksi lanjutan akan digelar hingga ke Mabes Polri, apabila tuntutan mereka tidak segera direspons secara nyata oleh aparat kepolisian.

Usai aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumut, massa yang sebelumnya berencana melanjutkan demonstrasi ke Mapolrestabes Medan, akhirnya membatalkan aksi lanjutan tersebut. Hal ini lantaran pihak Polrestabes Medan menyatakan kesediaannya untuk menerima langsung perwakilan massa aksi.

Dalam pertemuan itu, perwakilan massa menyampaikan seluruh tuntutan secara langsung kepada pihak penyidik Polrestabes Medan. Pihak penyidik menyatakan akan memberikan atensi serius terhadap kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Azhari.

Bahkan, pihak Polrestabes Medan berjanji akan kembali melakukan gelar perkara dan menyampaikan komitmen sebelum Senin, 26 Januari 2026, proses hukum akan ditingkatkan dengan penetapan tersangka terhadap para terduga pelaku.

Aksi yang berjalan tertib dan kondusif ini, mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi (KMMAK) yang ditandatangani Imam Solihin selaku Koordinator, serta Nazri Adlani sebagai Koordinator Pemuda Aksi Nusantara Penegak Keadilan.

Meski telah ada janji dan komitmen dari pihak Polrestabes Medan, massa aksi menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas.

"Kami tidak akan ragu kembali turun ke jalan apabila komitmen tersebut tidak direalisasikan sesuai waktu yang dijanjikan," tandas Imam Solihin.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dikonfirmasi terkait aksi tersebut mengatakan, setiap warga negara bebas menyampaikan pendapat.

"Silahkan sampaikan tuntutan dengan baik. Setiap warga negara bebas menyampaikan pendapat di depan umum dan dilindungi undang-undang," tandasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Pelaku Penganiayaan Raradodo Ditangkap Personil Sat Reskrim Polres Nisel
Korban Penganiayaan di Purba Tua yang Ditetapkan Tersangka Meminta Keadilan dari Presiden
Polsek Medan Kota Buru Pelaku Perusakan dan Penganiayaan
Korban Penganiayaan Saddil Ramdani Cabut Laporan
Tiga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi di Seiberombang
Polisi Sita Ponsel Nanik S Deyang Terkait Hoax Penganiayaan Ratna
komentar
beritaTerbaru