Buruh Kepung Kantor DJP Sumut II, Tuntut Transparansi dan Hentikan Dugaan Kriminalisasi Pegawai
Pematangsiantar(harianSIB.com)Puluhan orang dari berbagai organisasi serikat buruh SiantarSimalungun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kan
Medan(harianSIB.com)
Bagi sebagian keluarga di Sumatera Utara, hidup sering kali berjalan dengan keterbatasan, baik pengetahuan, ekonomi, hingga keterbatasan akses terhadap layanan pendampingan keluarga. Dalam situasi seperti itu, banyak orang tua hanya bisa bertahan dengan apa yang mereka tahu dan miliki. Namun kehadiran Program MBG 3B (Busui, Bumil dan Balita non paud) membawa harapan baru bahwa negara benar-benar hadir di tengah keluarga, bukan hanya lewat kebijakan, tetapi lewat sentuhan nyata di lapangan.
Itulah yang dirasakan Maysarah (25), seorang ibu di Kabupaten Serdang Bedagai. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan bagaimana pendampingan yang diterimanya perlahan mengubah cara pandangnya dalam merawat anak.
"Dulu saya pikir anak kurus itu biasa, karena kami juga hidup pas-pasan. Yang penting anak tidak sakit parah. Setelah didampingi, saya baru tahu kalau gizi dan pola asuh itu sangat penting. Sekarang saya merasa lebih percaya diri sebagai seorang ibu," tuturnya.
Bagi Maysarah, Program MBG 3B bukan sekadar sosialisasi atau kunjungan formal. Program ini menjadi ruang aman untuk bertanya, didengar dan dipahami tanpa rasa dihakimi. Setiap kunjungan pendamping menjadi momen berharga untuk belajar hal-hal sederhana namun berdampak besar, mulai dari pengaturan pola makan anak, kebersihan lingkungan rumah, hingga cara berkomunikasi yang lebih hangat dengan keluarga.
Baca Juga:"Saya jadi tahu cara masak makanan yang lebih bergizi dari bahan yang ada di rumah. Pendamping juga tidak pernah marah atau menyalahkan. Mereka ngajari pelan-pelan. Rasanya seperti punya keluarga sendiri yang peduli," tambahnya.
Hal serupa dirasakan Armansyah (35), kepala keluarga dari Kabupaten Deli Serdang. Ia mengaku sebelumnya jarang terlibat dalam urusan kesehatan dan pengasuhan anak. Dalam pandangannya dulu, urusan anak adalah wilayah ibu, sementara dirinya fokus mencari nafkah.
"Biasanya urusan anak itu ibu-ibu saja. Saya pikir tugas saya cuma kerja. Tapi lewat MBG 3B, saya diajak ikut bertanggung jawab. Saya jadi paham peran saya sebagai ayah. Keluarga kami sekarang lebih kompak," katanya.
Armansyah juga mengungkapkan, pendampingan yang ia terima membuatnya lebih terbuka terhadap perubahan. Ia mulai ikut memperhatikan tumbuh kembang anak, menemani ke posyandu dan berdiskusi dengan istrinya tentang perencanaan masa depan keluarga.
"Sekarang saya tahu kenapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan itu penting. Dulu saya tidak pernah dengar soal itu. Kalau bukan karena MBG 3B, mungkin saya tetap menganggap semua ini sepele," ujarnya.
Program MBG 3B hadir dengan pendekatan mendampingi, bukan menghakimi. Melalui dialog yang sederhana dan solusi yang disesuaikan dengan kondisi nyata keluarga, program ini membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan keluarga, pemenuhan gizi, serta penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi masa depan anak.
Para kader dan pendamping keluarga menjadi ujung tombak program ini. Mereka hadir secara rutin ke rumah-rumah warga, membangun kepercayaan dan memastikan setiap keluarga merasa tidak sendirian dalam menghadapi persoalan hidup.
BKKBN Provinsi Sumatera Utara menegaskan, testimoni para penerima manfaat adalah cermin keberhasilan program. Lebih dari sekadar angka dan laporan, MBG 3B adalah tentang perubahan kecil yang berarti besar bagi kehidupan keluarga.
"Ketika keluarga merasa diperhatikan dan didampingi, di situlah perubahan dimulai. MBG 3B adalah upaya kami memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan sejahtera," ujar Fatmawati, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, melalui siaran persnya, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, keberlanjutan program menjadi kunci agar dampak yang dirasakan masyarakat tidak berhenti di satu titik. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, kader dan mitra pembangunan terus diperkuat agar semakin banyak keluarga yang terjangkau. (*)
Pematangsiantar(harianSIB.com)Puluhan orang dari berbagai organisasi serikat buruh SiantarSimalungun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kan
Pematangsiantar(harianSIB.com)SMK Swasta Teladan Pematangsiantar memberangkatkan 32 siswa lulusan Alfamart Class angkatan ke8 tahun pelajar
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kunjungan Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jaka
Jakarta(harianSIB.com)PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan bersih (net income) sebesar Rp17,8 triliun dengan net
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kunjungan Duta Besar Australia Rod Brazier di ruang kerjanya, Kanto
Medan(harianSIB.com)DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut) bersama Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut menyiapkan pelaksanaan kurban Idul Adha
Pontianak(harianSIB.com)Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menuntut rasa keadilan setelah jawaban siswa yang secar
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Lumbantoruan meresmikan Sending Operation (SO) Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) M
Jakarta(harianSIB.com)Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyampaikan permohonan maaf terkait polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (
Jakarta(harianSIB.com)Warga negara Indonesia (WNI) yang menyimpan hartanya di luar negeri diberi tenggat hingga enam bulan oleh Menteri Keua
Jakarta(harianSIB.com)Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut periode 20182025, Stanley Cicero Haggard Tuapattina (SC),
Jakarta(harianSIB.com)Upaya penyelundupan emas seberat 265,7 gram senilai sekitar Rp 700 juta berhasil digagalkan oleh Kantor Pelayanan Utam