Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Motor di Pagarmerbau Tewas Terlindas Dump Truk
Pagarmerbau(harianSIB.com)Diduga mengelakkan jalan berlubang, pengendara sepeda motor, Wati (49), warga Dusun Mawar, Desa Jatirejo, Kecamata
Medan(harianSIB.com)
Komisi D DPRD Sumut mendorong DPR RI untuk memperjuangkan anggaran normalisasi tiga sungai (Sungai Deli, Babura dan Belawan) yang membelah Kota Medan sudah 20 tahun diabaikan, karena Pemko Medan dan Pemprov Sumut tidak sanggup melakukan normalisasi, jika hanya mengandalkan dana APBD, sebab membutuhkan anggaran sebesar Rp2 - Rp4 triliun lebih.
Hal itu ditegaskan Ketua dan anggota Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani SH MH dan Viktor Silaen SE MM kepada wartawan, Senin (2/2/2026) melalui telepon di Medan menanggapi berita SIB, terkait pernyataan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/1/2026).
"Ini sangat penting dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk percepatan normalisasi sungai-sungai yang membelah Kota Medan, menyusul pernyataan Wakil Wali Kota Medan terkait belum optimalnya pengerukan sungai selama hampir dua dekade," ujar Timbul Jaya Hamonangan.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Simalungun ini, persoalan banjir yang berulang di Kota Medan tidak bisa lagi diselesaikan secara parsial, karena menyangkut kewenangan lintas daerah dan lembaga, khususnya Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) dan melibatkan wilayah hulu di kabupaten lain. Karena itu, sangat jelas Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri.
Baca Juga:Timbul menilai, kendala utama selama ini terkait keterbatasan anggaran dan belum optimalnya penanganan terpadu dari pemerintah pusat, sehingga pengerukan sungai berjalan lambat dan tidak berkelanjutan, karena estimasi biaya pengerukan sangat besar, diperkirakan mencapai Rp2-Rp4 triliun.
"Dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar itu, normalisasi Sungai Deli, Babura dan Belawan tidak mungkin dibebankan ke daerah, baik Pemprov Sumut maupun Pemko Medan. Karena itu, DPR RI perlu memperjuangkan dukungan APBN agar BWSS Sumatera dapat menangani pengerukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir," tandas Timbul.
Berdasarkan data yang diperoleh Viktor Silaen, panjang Sungai Deli saat ini, terutama di segmen kritis (hulu–hilir Medan) mencapai 34–36 km lebih kurang dan karakter sungai utama, sedimentasi berat, banyak bangunan liar, sehingga estimasi biaya normalisasi membutuhkan dana Rp40–60 miliar per km.
Sedangkan Sungai Babura, tambah anggota dewan Dapil Tapanuli ini, panjang segmen kota sekitar 15–17 km, karakter anak Sungai Deli, menyempit, padat permukiman, membutuhkan biaya normalisasi sebesar Rp25–40 miliar per km.
Begitu juga Sungai Belawan yang panjang segmen rawan banjir sekitar 20–22 km, dengan karakter, muara dan kawasan industri, sedimentasi tinggi, dengan estimasi biaya Rp30–45 miliar per km. Jadi keseluruhan total biaya normalisasi ketiga sungai tersebut bisa tembus mencapai Rp2-Rp4 triliun, yang tentunya harus ditanggung anggaran dari APBN.
"Dalam kasus ini kita berharap DPR RI, khususnya komisi terkait, memperjuangkan alokasi anggaran khusus dari APBN agar normalisasi sungai di Medan dapat ditangani secara menyeluruh oleh BWSS Sumatera," tandas Viktor sembari menambahkan, sudah waktunya persoalan banjir Medan ini ditangani dari hulu ke hilir. DPR RI harus ikut memperjuangkan anggarannya ke pemerintah pusat.
Menurut Viktor, tanpa pengerukan atau normalisasi yang serius dan berkelanjutan, pendangkalan serta penyempitan sungai akan terus terjadi dan memperparah risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi, sehingga perlu koordinasi lintas pemerintah daerah, BWSS, dan kementerian terkait agar program normalisasi sungai dapat masuk dalam prioritas nasional, mengingat dampaknya langsung terhadap keselamatan warga dan perekonomian Kota Medan.
"Banjir ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut keselamatan masyarakat. Karena itu, perlu komitmen kuat dari pemerintah pusat melalui dukungan anggaran dan kebijakan," pungkas Timbul Jaya Hamonangan senada dengan Viktor Silaen.(*).
Pagarmerbau(harianSIB.com)Diduga mengelakkan jalan berlubang, pengendara sepeda motor, Wati (49), warga Dusun Mawar, Desa Jatirejo, Kecamata
Rantauprapat(harianSIB.com)Polres Labuhanbatu memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi hasil pengungkapan dua kasus besar
Toba(harianSIB.com)Satu orang pria pelaku pencurian kendaraan bermotor berupa sepeda motor dan dua orang pria terduga sebagai penadah sepeda
Medan(harianSIB.com)Modus mengaku mencari anggota geng motor yang menabrak orang tua kembali digunakan komplotan pelaku penggelapan sepeda m
Simalungun(harianSIB.com)Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar rapat paripurna penyampaian not
Medan(harianSIB.com)Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumut memperkuat pengembangan ekonomi biru melalui kawasan perikanan unggula
Tangerang(harianSIB.com)Kebakaran besar melanda kawasan Pergudangan Kosambi Permai, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (16
Sibolga(harianSIB.com)Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Sibolga memusnahkan 4.324.904 batang r
Medan(harianSIB.com)Puluhan massa pendemo dari elemen buruh mendatangi Kantor Gubernur Sumut di Jalan P Diponegoro Medan, Kamis (17/9/2026).
Gunungsitoli(harianSIB.com)Kondisi jalan Provinsi berlubang di kawasan Ombolata, Kota Gunungsitoli, menjadi perhatian warga. Lubang yang ber
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Yayasan Pelita Kita Bersama yang didirikan oleh Jhonson Edy Simanjorang terus melakukan aksi sosial sebagai ben
Tapanuli Utara(harianSIB.com)Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keama