Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Muniruddin: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Mulai Melonjak Naik, Satgas Pangan Harus Sigap

Firdaus Peranginangin - Minggu, 22 Februari 2026 19:29 WIB
78 view
Muniruddin: Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Mulai Melonjak Naik, Satgas Pangan Harus Sigap
Foto harian SIB.com/Firdaus
Muniruddin Ritonga SHI.

Medan (harianSIB.com) Anggota Komisi B DPRD Sumut Muniruddin Ritonga SHI mengatakan, lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran pada bulan suci Ramadan ini mulai bergerak naik, sehingga Pemprov Sumut melalui Satgas Pangan dan instansi terkait segera bergerak cepat mengatasi dengan mengendalikan harga di pasaran.

Desakan itu disampaikan Muniruddin Ritonga kepada wartawan, Minggu (21/2/2026) melalui telepon di Medan, menyusul melonjaknya harga berbagai kebutuhan, seperti minyak goreng bersubsidi dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah daerah, harga bawang merah, ayam potong, hingga telur ayam dan lainnya.

"Sudah seharusnya stabilitas ekonomi, khususnya sektor pangan di momentum Ramadan ini benar-benar aman. Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut harus memastikan distribusi barang berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan yang membuka celah bagi spekulan," katanya.

Menurutnya, pengawasan terhadap kepatuhan HET tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus dibarengi dengan pengecekan langsung ke pasar-pasar tradisional. "Disperindag Sumut dan Satgas Pangan harus turun langsung ke lapangan dan memastikan HET dipatuhi. Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat ulah spekulan atau oknum yang memanfaatkan situasi Ramadan," tegasnya.

Muniruddin juga menyoroti pentingnya pengawasan menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang eceran serta melakukan inspeksi mendadak (Sidak) perlu dilakukan secara rutin, guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga.

Baca Juga:

"Pengendalian harga tidak boleh berjalan parsial. Harus ada koordinasi lintas sektor antara Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, aparat penegak hukum, serta pemerintah kabupaten/kota," ujar Wakil Ketua DPW PKB Sumut ini.

Muniruddin menilai, sinergi yang kuat antarinstansi menjadi kunci agar masyarakat tidak menjadi korban lemahnya koordinasi pengawasan sekaligus mendorong agar operasi pasar murah digelar secara masif dan tepat sasaran, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan harga paling tinggi.

"Langkah tersebut dinilai efektif membantu masyarakat sekaligus menekan potensi spekulasi harga," ujarnya sembari menambahkan, mari jadikan momentum Ramadan menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari gejolak ekonomi," katanya.

Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat dan responsif mengatasi gejolak harga kebutuhan pokok ini, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani biaya kebutuhan pokok ini.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
30.952 Tiket Terjual untuk Arus Mudik dan Balik Maret 2026
Masyarakat Saribudolok Minta PLN Tidak Memadamkan Listik Selama Ramadan
Ramadan 1447 H, Bupati Labura Bersama Dandim dan Kapolres Kunjungi Masjid Syuhada Desa Silumajang
Pastikan Kamtibmas Selama Ramadan, Polisi dan Forkopimcam Razia Gabungan di Teluk Nibung
Ramadan Bawa Berkah, Jajanan Pinggir Jalan Diserbu Pembeli
Ramadan 1447 H, Pemkab Labura Ajak 8 Ustadz Kunjungi Delapan Masjid
komentar
beritaTerbaru