Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

Rico Waas Sudah Diberi Tuhan Jadi Wali Kota, Binsar: Tolong Atasi Jembatan di Medan Maimun

Horas Pasaribu - Kamis, 23 April 2026 13:20 WIB
155 view
Rico Waas Sudah Diberi Tuhan Jadi Wali Kota, Binsar: Tolong Atasi Jembatan di Medan Maimun
Ist
Binsar Simarmata

Medan (harianSIB.com)

Anggota DPRD Medan Dapil Medan 5 Binsar Simarmata kecewa dengan Wali Kota Medan Rico Waas yang turun melihat jembatan di kawasan Medan Maimun menghubungkan Medan Polonia yang rusak setelah kunjungan anggota DPRD Sumut viral. Rico Waas mengaku pernah meninjau dan mengenali jalur di sekitar jembatan yang rusak (eks perlintasan kereta api) di kawasan Medan Polonia/Medan Maimun (Kampung Baru).

Jembatan tersebut sering digunakan warga dan pelajar untuk melintas ke sekolah maupun aktivitas lainnya. Bahkan Rico Waas mengaku pernah melintasinya saat masih bersekolah di Medan. "Dulu saya juga lewat situ," kata Wali Kota Rico Waas ketika mengunjungi jembatan tersebut, Jumat (17/4/2026).

Menurut Binsar, ketika masih sekolah Rico Waas pernah lewat jembatan tersebut, berarti tahu kondisinya. Jembatan eks perlintasan kereta api peninggalan Kolonial Belanda ini roboh akibat banjir besar melanda Kota Medan sekitarnya. Akibatnya, orang-orang nekat melintasi pipa PDAM untuk menyeberang meski berbahaya.

Kepada wartawan, Kamis (23/4/2026), Binsar menyayangkan kalau wali kota turun ke lokasi setelah viral. Kejadian banjir setelah jadi wali kota dan pasti mengetahui kondisi jembatan sudah rusak lewat perangkat Pemko mulai Kepling, kelurahan sampai kecamatan.

Baca Juga:
"Kalau sudah dipercaya Tuhan memimpin Kota Medan, bantulah rakyat. Meski jembatan itu aset PT KAI dan sungai tupoksinya BWS (Balai Wilayah Sungai). Mereka yang melintasi pipa PDAM itu adalah anak-anak Medan, orangtua mereka bayar pajak ke Pemko, kalau mereka celaka bagaimana, kan kita malu Medan kota terbesar ketiga di Indonesia tapi masih ada warganya melintasi jembatan darurat, ini sangat memprihatikan," ungkapnya.

Jadi pemimpin kata Binsar harus action bukan pencitraan. Kolaborasi dengan instansi pemerintah vertikal harus dikuatkan, karena pembangunan daerah beririsan dengan gawean kementerian maupun provinsi. Tapi sudah dua tahun jembatan ambruk barulah wali kota bereaksi itupun karena viral. "Wali kota hendaknya jangan lepas tangan meskipun itu kebijakan pemerintah pusat. Harus melihat apa yang terjadi lalu berkordinasi karena penggunanya adalah warga Kota Medan. Pemimpin harus jadi "parhobas" bagi rakyatnya, saya juga sebagai wakil rakyat jadi parhobas untuk rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Waas meninjau jembatan perlintasan kereta api yang roboh akibat banjir besar yang terjadi beberapa waktu yang lalu, di Jalan Adi Sucipto, Gang Damai, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (17/4/2026).

Jembatan eks perlintasan kereta api milik PT. KAI yang dibangun pada era kolonial Belanda (rentang tahun 1887-1915), sudah tidak difungsikan untuk kereta api.

Dalam peninjauan tersebut, Rico Waas turut didampingi Kepala Bappeda Kota Medan Ferri Ichsan, Kadishub Medan Irsan Idris Nasution, Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Camat Medan Polonia Noor Alfi Pane, Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution, Camat Medan Maimun Rizki Hari Adam Lubis, perwakilan dari PT. KAI, dan PDAM Tirtanadi.

Dalam peninjauan itu, Rico Waas memastikan bahwa Pemko Medan tidak akan tinggal diam melihat terputusnya akses warga. Sebab jembatan ini merupakan urat nadi bagi mobilitas warga, terutama akses utama anak-anak menuju sekolah.

Mengingat lahan tersebut merupakan kewenangan PT KAI, Pemko Medan tengah menyiapkan strategi kolaborasi untuk membangun kembali akses penyeberangan yang lebih modern dan aman.

​"Hari ini saya meninjau lokasi jembatan di Gang Damai yang sudah roboh sejak tahun 2024. Kami bersama PT KAI akan menyiapkan strategi pembangunan akses penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat," kata Rico Waas di sela-sela peninjauannya.

Rico Waas berharap pembangunan kembali akses ini nantinya dapat menghubungkan kembali aktivitas antar kecamatan dan kelurahan yang selama ini terhambat.

​"Saya berharap nantinya ini bisa menyambungkan aktivitas masyarakat dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya menjadi lebih dekat. Kita ingin mobilitas warga kembali normal, dan anak-anak sekolah bisa melintas dengan aman," harapnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Dialokasikan Rp21 Miliar di R-APBD 2019, Pemko Diminta Tambah Warga Peserta PBI-JKN
komentar
beritaTerbaru