Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Salmon Sumihar Sagala Soroti Rencana Pemerintah Kembangkan CNG 3 Kg Pengganti Gas LPG

Firdaus Peranginangin - Senin, 04 Mei 2026 17:07 WIB
304 view
Salmon Sumihar Sagala Soroti Rencana Pemerintah Kembangkan CNG 3 Kg Pengganti Gas LPG
Foto harianSIB.com/Firdaus
Salmon Sumihar Sagala SE.

Medan(harianSIB.com)

Anggota Komisi B DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE menyoroti rencana pemerintah mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti gas subsidi LPG 3 Kg. Rencana ini sebaiknya jangan terges-gesa, tanpa persiapan yang matang, sebab masyarakat bisa jadi korban uji coba kebijakan pemerintah.

"Kebijakan tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kesiapan infrastruktur dan jaminan keamanan bagi masyarakat, khususnya rumah tangga kecil yang selama ini bergantung pada LPG 3 kg," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Senin (4/5/2026) melalui telepon di Medan.

Hal itu disampaikan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, bahwa pemerintah kini mulai menyiapkan pengembangan CNG dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti gas subsidi LPG 3 Kg.

"Secara konsep bagus, apalagi bahan bakunya dari dalam negeri. Tapi jangan sampai masyarakat dijadikan objek uji coba tanpa kesiapan matang, terutama soal distribusi, keamanan, dan harga," tegasnya.

Baca Juga:
Anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini juga menyoroti, karakter penggunaan CNG berbeda dengan LPG, sehingga diperlukan edukasi masif kepada masyarakat agar tidak menimbulkan risiko baru di lapangan.

"Ini bukan sekadar ganti tabung. Sistemnya berbeda. Kalau tidak disosialisasikan dengan baik, bisa berbahaya. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas utama," ujarnya seraya meminta pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM untuk memastikan bahwa harga CNG tetap terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat kecil.

Selain itu, Salmon Sagala juga mendorong agar Sumut tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga dilibatkan dalam rantai pasok, mengingat potensi sumber daya gas di wilayah ini cukup besar.

"Kita di Sumut punya potensi. Jangan hanya jadi penonton. Libatkan daerah dalam distribusi dan pengembangan, supaya ekonomi lokal juga bergerak," katanya seraya mengingatkan agar program ini tidak mengulang polemik distribusi LPG subsidi yang selama ini kerap tidak tepat sasaran.

Jika pengawasannya lemah, tambah Salmon, bisa saja nanti CNG juga tidak tepat sasaran. Ini yang harus diantisipasi sejak awal. Dalam hal kebijakan mengganti LPG 3 Kg ini, pihaknya mendukung inovasi energi dimaksud, namun dengan catatan harus berpihak kepada rakyat.

"Kita di DPRD Sumut mendukung inovasi energi. Tapi prinsipnya jelas, kebijakan harus aman, terjangkau, dan benar-benar untuk kesejahteraan masyarakat, bukan malah menambah beban," pungkasnya.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Praktik Pengobatan Alternatif Harus Ada Izin dan Pengawasan Dinkes
Kelangkaan Berlanjut, Pemko Tanjungbalai Didesak Ambil Alih Penyaluran LPG 3 Kg
Pasokan LPG di Padangsidempuan Dipastikan Tetap Aman
Pengguna Jalan Apresiasi Muspika Pancurbatu Pasang Rambu Jalan Alternatif Medan-Karo
Dukung Kebebasan Pers, Google Uji Coba Aplikasi Intra di Venezuela
Singapura Uji Coba Taksi Terbang 2019
komentar
beritaTerbaru