Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

Polrestabes Medan Kedepankan Upaya Preemtif Selamatkan Generasi Bangsa

Roy Surya D Damanik - Minggu, 10 Mei 2026 14:30 WIB
616 view
Polrestabes Medan Kedepankan Upaya Preemtif Selamatkan Generasi Bangsa
Foto Dok/Satres Narkoba
FOTO BERSAMA: Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP foto ibu-ibu pengajian, di Stasiun TVRI Sumut, Jalan Putri Hijau Medan.

Medan(harianSIB.com)

Upaya pemberantasan narkotika di Kota Medan tidak hanya dilakukan melalui penindakan dan penangkapan terhadap para pelaku peredaran narkoba.

Di bawah kepemimpinan Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP, pendekatan preemtif dan edukatif juga terus digencarkan guna menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkotika yang semakin berkembang.

Hal tersebut disampaikan Kompol Rafli saat hadir sebagai narasumber dalam program "Oase Iman" yang disiarkan di Stasiun TVRI Sumatera Utara, Jalan Putri Hijau Medan, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga:
Dalam kegiatan bertema "Menguatkan Iman Generasi untuk Kuat dan Menolak Narkoba" itu, ratusan ibu-ibu pengajian dari berbagai daerah di Kota Medan tampak antusias mengikuti dialog dan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif.

Dalam pemaparannya, Rafli menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian semata. Peran keluarga, khususnya para ibu, dinilai sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan lingkungan sekitar.

Menurutnya, perkembangan peredaran narkoba saat ini sudah jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu. Jika dahulu masyarakat hanya mengenal narkotika jenis sabu dan ganja, kini berbagai jenis narkoba telah dikemas dalam bentuk yang lebih modern dan sulit dikenali, termasuk melalui rokok elektrik atau vape yang banyak menyasar kalangan remaja dan pemuda.

"Peredaran narkoba saat ini sudah mengalami transformasi yang sangat cepat. Modus dan bentuknya terus berkembang, bahkan sudah dikemas dalam vape atau rokok elektrik. Sasaran utamanya memang generasi muda. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat, terutama ibu-ibu, agar lebih peduli dan mengawasi anak-anaknya mulai dari lingkungan keluarga," ujar Refli.

Ia menambahkan, pengawasan dari orangtua menjadi benteng utama agar anak-anak tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, lemahnya pengawasan keluarga sering dimanfaatkan para bandar untuk memperluas jaringan peredaran narkoba di kalangan remaja.

"Selain mengedepankan edukasi dan pencegahan, Satres Narkoba Polrestabes Medan juga terus melakukan penindakan tegas terhadap jaringan pengedar narkotika melalui program Gerebek Sarang Narkoba (GSN). Program tersebut menyasar lokasi-lokasi yang selama ini diduga menjadi pusat transaksi dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Medan dan sekitarnya," ungkapnya.

Namun kata Rafli, dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian tidak jarang menghadapi berbagai kendala di lapangan. Bahkan, beberapa kali petugas mendapatkan perlawanan dari oknum warga yang diduga mendukung keberadaan bandar narkoba di lingkungan mereka.

"Kami sering melakukan gerebek sarang narkoba di sejumlah perkampungan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus petugas justru mendapat hambatan bahkan perlawanan dari warga. Karena itu kami berharap dukungan masyarakat, khususnya para ibu yang hadir di sini, untuk bersama-sama membantu polisi membersihkan lingkungan dari narkoba," tegasnya.

Kompol Refli kembali menegaskan bahwa komitmen Satres Narkoba dalam memberantas narkoba tidak hanya menyasar pengguna ataupun pelaku kecil. Pihaknya juga terus memburu jaringan besar dan sindikat internasional yang memasok narkotika ke Kota Medan.

"Dalam beberapa pengungkapan kasus terakhir, Satres Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkoba dalam jumlah besar, mulai dari 80 kilogram sabu, 50 kilogram sabu, puluhan ribu butir pil ekstasi, hingga penggerebekan apartemen yang dijadikan gudang penyimpanan ratusan vape mengandung narkotika," terangnya.

Lanjutnya, penindakan yang dilakukan tidak hanya menangkap pelaku kelas teri. Petugas juga memburu jaringan besar, termasuk sindikat narkoba internasional. Dalam proses pengembangan kasus, petugas bahkan harus bergerak hingga ke luar daerah seperti Aceh demi memutus jalur peredaran narkoba yang masuk ke Kota Medan.

"Saya menilai, keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Tanpa adanya dukungan masyarakat, terutama dalam memberikan informasi dan keberanian menolak keberadaan bandar narkoba di lingkungan sekitar, upaya pemberantasan akan sulit berjalan maksimal," harapnya.

"Perang melawan narkoba ini adalah tanggung jawab bersama. Kami membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar Kota Medan bisa terbebas dari ancaman narkotika yang merusak masa depan generasi bangsa," tambah Rafli mengakhiri.

Selain Kompol Refli Yusuf Nugraha, kegiatan tersebut juga menghadirkan Alustad Dr Drs H Amhar Nasution MA sebagai narasumber. Dalam tausiyahnya, H Amhar Nasution mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai keagamaan dan moral dalam keluarga sebagai benteng utama menghadapi pengaruh negatif narkoba dan pergaulan bebas.

Acara berlangsung penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi foto bersama para narasumber dan peserta pengajian yang hadir.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru