Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 Juli 2026

Dituding Tak Profesional Berujung Bayi Meninggal, RSU Vina Estetica Sampaikan Klarifikasi

Donna Hutagalung - Rabu, 17 Juni 2026 17:43 WIB
379 view
Dituding Tak Profesional Berujung Bayi Meninggal, RSU Vina Estetica Sampaikan Klarifikasi
Foto: harianSIB.com/Dok
Direktur RSU Vina Estetica, dr Jhon Lihar Purba, M.Kes

Medan(harianSIB.com)

Direktur RSU Vina Estetica, dr Jhon Lihar Purba, M.Kes, memastikan seluruh pelayanan medis terhadap pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur medis yang berlaku. Menurutnya, setiap tindakan yang diberikan selalu mengedepankan standar pelayanan kesehatan serta nilai-nilai kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menuding tenaga medis RSU Vina Estetica tidak memberikan penanganan terhadap seorang bayi yang baru lahir hingga akhirnya meninggal dunia.

Dalam keterangannya di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026), dr Jhon Lihar, terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bayi dari pasien bernama Ewira Debby Pardosi.

"Kami memahami ini merupakan kehilangan yang sangat berat bagi keluarga. Kami turut berduka atas hal tersebut," ujarnya.

Baca Juga:
Ia kemudian menjelaskan kronologi penanganan pasien yang masuk ke RSU Vina Estetica pada Sabtu (13/6/2026). Saat itu, Ewira Debby Pardosi yang tengah hamil 34 minggu datang dengan kondisi sudah mengalami pembukaan empat dan memiliki riwayat penyakit asma.

Berdasarkan hasil pemeriksaan serta konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan operasi caesar.

"Bayi lahir pada pukul 19.25 WIB, dengan nilai Apgar menit pertama 5 dan menit kelima 7. Bayi juga mengalami berat badan lahir rendah, yakni 1,7 kilogram, lahir prematur, serta mengalami gangguan pernapasan," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, bayi langsung mendapatkan penanganan intensif di ruang perawatan khusus bayi. Tim medis memberikan bantuan pernapasan menggunakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan terus melakukan pemantauan ketat. Setelah tindakan tersebut, kondisi bayi sempat stabil.

Namun, pada Senin (15/6/2026) pagi, kondisi kesehatan bayi kembali menurun. Tim medis kemudian melakukan konsultasi lanjutan dengan dokter spesialis anak dan memberikan tindakan medis tambahan sesuai kebutuhan klinis pasien.

Menurut dr Jhon Lihar, seluruh upaya penanganan dilakukan secara maksimal oleh tim dokter, termasuk dokter spesialis anak, dokter anestesi, serta tenaga kesehatan lainnya dan proses tersebut juga disaksikan oleh pihak keluarga.

"Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Ini tentu menjadi kondisi yang tidak diinginkan oleh siapa pun dan kami juga sangat berduka," katanya.

Pihak rumah sakit juga menyayangkan tindakan keluarga yang merekam proses penanganan medis terhadap bayi tersebut dan kemudian mengunggahnya ke media sosial dengan narasi yang dinilai menggambarkan seolah-olah tenaga medis mengabaikan keselamatan pasien.

Menurutnya, unggahan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat karena tidak disertai penjelasan yang berimbang mengenai proses pelayanan yang telah dilakukan oleh rumah sakit.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pelayanan, saat ini Komite Medis RSU Vina Estetica tengah melakukan audit medis menyeluruh terhadap seluruh proses pelayanan yang diberikan kepada pasien dan bayinya.

"Audit ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan standar mutu pelayanan kesehatan yang berlaku," tegasnya.

Meski video tersebut telah tersebar di berbagai platform media sosial, dr Jhon Lihar menegaskan, pihak rumah sakit tetap membuka ruang dialog dengan keluarga pasien untuk memberikan penjelasan secara langsung terkait proses pelayanan yang telah dilakukan.

"Kami mengedepankan keterbukaan, empati dan penghormatan kepada keluarga. Kami berharap narasi yang mendiskreditkan pelayanan medis di rumah sakit ini dapat dihentikan," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pihak rumah sakit sedang mempertimbangkan langkah hukum terkait penyebaran video tersebut oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.

"Kami merasa dirugikan dan melihat adanya potensi pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam penyebarluasan materi tersebut," pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran redaksi, video yang memperlihatkan proses penanganan medis terhadap bayi tersebut telah diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Dalam rekaman itu terlihat dokter anestesi dan dokter spesialis anak sedang melakukan tindakan medis, termasuk memasang alat bantu pernapasan kepada bayi.

Di tengah proses penanganan tersebut, terdengar suara seseorang yang bernada emosi dan menuding tenaga medis bekerja lambat. Meski demikian, sejumlah netizen juga memberikan apresiasi terhadap upaya penanganan yang dilakukan langsung oleh para dokter spesialis dalam video tersebut. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Menyediakan Pelayanan Medis yang Unggul Bagi Rakyat Palestina
Tega! Bayi Baru Lahir Dibuang di Halte
Astaga! Bayi Baru Lahir Meninggal karena Dicium
Pencari Kayu Temukan Bayi Baru Lahir Dikubur di Lereng Wilis
Dikubur Hidup-hidup, Bayi Baru Lahir di India Selamat
Cath Lab Radiologi Intervensi Pertama di Sumut Dilaunching di RSU Vina Estetica Medan
komentar
beritaTerbaru