Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 Juli 2026

Menanggapi OTT KPK Menyeret Syah Afandin, Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti Menangis

Arthur Simanjuntak - Jumat, 03 Juli 2026 16:21 WIB
137 view
Menanggapi OTT KPK Menyeret Syah Afandin, Wakil Bupati Langkat Tiorita Surbakti Menangis
Foto:SIB/Arthur Simanjuntak
Menangis: Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti Menangis.

Langkat(harianSIB.com)

Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Langkat, Syah Afandin, tak hanya mengguncang Wakil Bupati Langkat. Wakil bupati Tiorita Br Surbakti, tak mampu membendung air mata saat dimintai tanggapan oleh wartawan terkait diamankannya Syah Afandin oleh KPK. Momen emosional itu terjadi usai acara nonton bareng Piala Dunia di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Jumat (3/7/2026).

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, Tiorita memilih menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, saat ini mengedepankan asas praduga tak bersalah. "Saya menghormati asas praduga tak bersalah. Saya hanya bisa berdoa, khususnya untuk Kabupaten Langkat, semoga Pak Bupati selalu berada dalam lindungan Allah SWT," kata Tiorita sebelum akhirnya menangis dihadapan wartawan.

Langkat harus kuat dan maju, agar lebih baik dan sejahtera. "Saya tidak tau sampai detik ini dimana keberadaan pak bupati," kata Tiorita lagi.

Tiorita juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga Syah Afandin agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

Baca Juga:
Ia mengungkapkan, pertemuan terakhirnya dengan Bupati terjadi dua hari sebelumnya saat peringatan Hari Bhayangkara. "Terakhir saya bertemu saat Hari Bhayangkara. Aduh… saya sudah tidak bisa bicara lagi. Semoga Pak Bupati sehat, jaga kesehatan dan terus berdoa," katanya sembari menahan tangis.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Amril, yang turut berada dilokasi, memilih tidak memberikan komentar sedikit pun terkait operasi senyap KPK tersebut.

*Diduga Terkait Fee Proyek Dinas Pendidikan dan Perkim.

Berdasarkan keterangan sementara KPK, perkara yang sedang ditangani berkaitan dengan dugaan suap berupa fee proyek pengadaan meubeler di Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2025.

Penyidik menduga praktik pemberian fee proyek tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan berlangsung setiap kali proyek dijalankan. Dugaan tersebut masih terus didalami melalui pemeriksaan terhadap para pihak yang diamankan maupun saksi-saksi lain.

"Kami tidak menutup kemungkinan akan memeriksa pihak-pihak lain untuk mengembangkan penyidikan," kata Budi Prasetyo.

Hingga berita ini dilansir, kantor Bupati Langkat di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat masih terlihat lengang. Tiga pintu akses menuju ruang kerja Bupati telah dipasangi segel bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK", lengkap dengan tanda tangan penyelidik.

Penyegelan tersebut menandai bahwa area itu kini menjadi bagian dari lokasi yang berada dalam pengawasan penyidik guna kepentingan proses hukum (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tiga Pintu Ruang Kerja Bupati Langkat Disegel KPK
Bupati Langkat Dibawa ke Jakarta, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Gratifikasi
KPK: OTT Bupati Langkat Terkait Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Perkim
Imigrasi Gandeng KPK Berikan Penguatan dan Kepatuhan Integritas Instansi
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Kabar Kepala Daerah di Sumut Diamankan KPK Saat Kegiatan APKASI Masih Menunggu Konfirmasi
komentar
beritaTerbaru