Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 22 September 2026

Shearline dan Atmosfer Labil Picu Potensi Hujan Lebat di Sumut, BMKG Imbau Warga Waspadai Angin Kencang

Leo Bastari Bukit - Senin, 20 Juli 2026 15:16 WIB
1.005 view
Shearline dan Atmosfer Labil Picu Potensi Hujan Lebat di Sumut, BMKG Imbau Warga Waspadai Angin Kencang
ANTARA/Teuku Dedi Iskandar/am
Ilustrasi - Sejumlah ruas jalan tergenang banjir saat hujan lebat melanda.

Medan(harianSIB.com)

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat selama periode 20-27 Juli 2026.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BBMKG Wilayah I Medan Martha Rosefina Manurung mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya gelombang atmosfer, keberadaan belokan angin (shearline) di Samudera Hindia barat Sumatera yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluens) di wilayah pantai barat hingga lereng timur Sumut, serta kondisi atmosfer yang labil.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat turut meningkatkan suplai uap air sehingga mendukung pembentukan awan hujan. Pada pagi hingga siang hari, cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan yang menyebabkan pemanasan permukaan cukup signifikan.

Baca Juga:
Kondisi ini kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

Dalam prospek cuaca mingguannya, BMKG mencatat beberapa wilayah mengalami curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada 16 Juli 2026, Pos Hujan KHI Greahani di Kabupaten Deliserdang mencatat curah hujan 56 milimeter.

Pada 17 Juli, Pos Hujan Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat 116 milimeter, sementara Stasiun Meteorologi Pinangsori di Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat 91 milimeter.

Kemudian pada 18 Juli, Pos Hujan Hutabalang di Kabupaten Tapanuli Tengah mencatat curah hujan mencapai 137 milimeter dan Stasiun Meteorologi Pinangsori mencatat 98,2 milimeter.

Sementara pada 19 Juli, Pos Hujan Mardinding di Kabupaten Karo mencatat 110 milimeter, sedangkan Pos Hujan Halimbi di Kabupaten Labuhanbatu Utara mencatat 81 milimeter.

BBMKG Wilayah I Medan memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Langkat, Deliserdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Simalungun, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, serta Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Sibolga, Gunungsitoli, dan wilayah Kepulauan Nias.

BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan aman. Masyarakat juga diminta hanya mengacu pada informasi cuaca resmi yang dikeluarkan BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, kepala daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri untuk memantau perkembangan cuaca serta menindaklanjuti informasi yang disampaikan BBMKG Wilayah I Medan melalui media sosial resmi @infobmkgsumut.

BMKG juga membuka layanan informasi melalui call center 0821-6804-3653 dan email bbmkg1@bmkg.go.id untuk memberikan informasi cuaca kepada masyarakat. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat Masih Guyur Sumut Sepekan ke Depan
Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Minta Warga Sumut Tingkatkan Kewaspadaan
Sumut Berpotensi Diguyur Hujan dan Angin Kencang Hingga Akhir Juni
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Landa Sumut
BPBD Langkat Kirim Bantuan untuk Korban Puting Beliung
  BPBD Pematangsiantar Ajukan Dana Penanggulangan Bencana Rp 21 Miliar
komentar
beritaTerbaru