Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 19 September 2026

Wamenkes Pastikan Kesiapan RS Pirngadi Medan Dukung Percepatan Penanggulangan TB

Leo Bastari Bukit - Selasa, 21 Juli 2026 20:19 WIB
558 view
Wamenkes Pastikan Kesiapan RS Pirngadi Medan Dukung Percepatan Penanggulangan TB
Foto Dok/Forwakes Sumut
TINJAU: Wamenkes RI dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR meninjau kesiapan sarana dan prasarana RSUD Dr Pirngadi Medan dalam mendukung program nasional penanggulangan tuberkulosis (TB), Selasa (21/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus SpP FISR meninjau kesiapan sarana dan prasarana RSUD Dr Pirngadi Medan dalam mendukung program nasional penanggulangan tuberkulosis (TB), Selasa (21/7/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Kementerian Kesehatan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn) Drs H Akhmad Wiyagus SIK MSi MH di Sumut guna mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam upaya menekan angka kasus TB di Indonesia.

Dalam keterangannya, Benjamin mengatakan pemerintah memberi perhatian serius terhadap pemberantasan TB karena Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TB terbesar kedua di dunia.

Karena itu, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri ditugaskan memastikan kesiapan daerah dalam menjalankan program tersebut.

"Kita datang untuk meninjau sarana dan prasarana rumah sakit yang menangani kasus-kasus TB. Hari ini tugas khusus kami bersama Pak Wamendagri adalah bagaimana pemberantasan TB di Indonesia, karena kasus TB kita masih nomor dua di dunia," ujar Benjamin.

Ia menjelaskan, strategi penanggulangan TB kini tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga memperkuat deteksi dini melalui pemeriksaan seluruh kontak erat pasien menggunakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang didukung pemanfaatan X-ray portable.

"Yang kita lakukan sekarang adalah pemeriksaan seluruh anggota keluarga pasien melalui CKG dengan X-ray portable. Karena itu kami ingin memastikan rumah sakit di daerah siap mendukung program tersebut," katanya.

Dari hasil peninjauan, Wamenkes menilai fasilitas pelayanan di RS Pirngadi Medan telah memadai untuk mendukung penanganan pasien TB. Meski demikian, pemerintah akan terus memperkuat layanan melalui penyediaan alat kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing rumah sakit.

"Ternyata setelah kita tinjau, fasilitasnya sudah cukup baik. Kami datang untuk melihat langsung kesiapan fasilitas kesehatan di daerah dan apa saja yang masih perlu diperkuat," ujarnya.

Benjamin mengungkapkan, RS Pirngadi Medan telah menerima bantuan dua alat kesehatan strategis dari Kementerian Kesehatan, yakni CT Scan dan Cath Lab yang kini telah terpasang.

"Semua bantuan sudah dirancang dengan anggaran yang jelas. Setiap rumah sakit mendapat bantuan sesuai kelas dan kebutuhannya. Di RS Pirngadi sudah terpasang CT Scan dan Cath Lab," jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan mengatakan kunjungan Wamenkes juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan rencana pembangunan gedung baru rumah sakit yang telah diusulkan kepada pemerintah pusat melalui skema pendanaan multiyears.

"Kami sudah mengusulkan pembangunan rumah sakit dan saat ini prosesnya terus berjalan. Beberapa dokumen pendukung masih diminta untuk dilengkapi. Mudah-mudahan jika tidak ada kendala, tahun depan pembangunan sudah bisa dimulai," katanya.

Menurut Mardohar, pembangunan akan memanfaatkan kawasan gedung lama di sisi Jalan Thamrin hingga area perpustakaan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan. Seluruh layanan kesehatan nantinya direncanakan terpusat di gedung baru, termasuk ruang perawatan khusus dan ruang VIP bagi masyarakat yang membutuhkan peningkatan kelas layanan.

Selain pengembangan infrastruktur, RS Pirngadi juga akan menerima bantuan satu unit X-ray portable dari Kementerian Kesehatan untuk mendukung skrining TB di Sumut. "Kami mendapat informasi akan menerima satu unit X-ray portable. Alat ini sangat praktis karena bisa dibawa ke lapangan untuk mendukung skrining TB," ujarnya.

Ia menambahkan, alat tersebut telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sehingga hasil pemeriksaan dapat diketahui lebih cepat dan membantu tenaga kesehatan mempercepat proses skrining maupun penanganan pasien.

"Kalau memang sudah menggunakan AI, hasilnya bisa langsung terbaca sehingga penanganan pasien menjadi lebih cepat. Ini tentu sangat membantu dibandingkan harus menunggu pemeriksaan lanjutan seperti sputum atau tes molekuler," pungkasnya.

Melalui penguatan fasilitas rumah sakit, penambahan alat kesehatan modern, serta integrasi skrining TB melalui Program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini sehingga rantai penularan tuberkulosis di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru