Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 Juli 2026

PRSU 2026, Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat

Indah Apriliana dewi Ginting - Rabu, 29 Juli 2026 11:32 WIB
279 view
PRSU 2026, Pesta Rakyat Yang Tidak Merakyat
Foto: harianSIB.com/Ind
Lokasi pelaksanaan kegiatan PRSU ke-50 tampak lengang, sepi pengunjung, Rabu (29/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

‎Tersisa beberapa hari lagi, pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 di Kota Medan terpantau sangat lengang, Rabu (29/7/2026).

Mahalnya harga tiket masuk menjadi alasan utama mengapa pengunjung PRSU kali ini tidak seantusias tahun-tahun sebelumnya.

‎Warga merasa perayaan tahunan budaya terbesar di Provinsi Sumatera Utara kali ini ‎"tidak merakyat"

Baca Juga:

Kegiatan yang sejatinya merupakan "pesta rakyat" ini dianggap semakin sulit dijangkau oleh semua lapisan ekonomi masyarakat. Harga tiket masuk PRSU 2026 melonjak menjadi Rp35.000 untuk area non konser dan Rp75.000 untuk area konser.

‎Angka ini naik sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga dinilai memberatkan keluarga yang ingin datang membawa banyak anggota keluarga.

"Mahal sekali tiket masuknya, jadi kita tidak bisa bawa banyak anggota keluarga kesini. Harga anak kecil pun sama dengan yang dewasa, jadi bagi yang ekonominya pas-pasan pasti mikir berkali-kali untuk pergi ke tempat ini. Kami pun datang kesini karena terpaksa, harus menyaksikan penampilan anak kami saja," kata Kartika, seorang pengunjung.

‎Tak pelak kondisi tersebut berdampak pada pelaku UMKM yang turut mengisi pelaksanaan acara.

‎Para pedagang UMKM di dalam area pameran mengeluhkan minimnya transaksi pembelian.

"Sudah beberapa minggu kami jualan di sini sepi. Saat ada konser artis dari Jakarta aja baru agak lumayan penjualan kami. Jadi kalo dihitung-hitung, tahun ini minim sekali keuntunganya," ungkap Silvy, salah satu pelaku UMKM disana.

‎Wali Mota Medan Rico Waas dan berapa anggota DPRD serta tokoh masyarakat turut mengkritik manajemen Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), karena dinilai gagal menarik minat masyarakat luas akibat tarif yang tidak ramah kantong.

‎Saat dimintai konfirmasi terkait kritik dan tudingan tiket masul mahal terssbut, pihak penyelenggara menjelaskan bahwa harga tiket disesuaikan untuk meningkatkan kualitas acara.

‎Tarif tersebut sudah mencakup akses ke pameran warisan budaya dari 33 kabupaten serta panggung hiburan.

Selain itu, PRSU ke-50 ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan didanai penuh melalui skema kerja sama sponsor, investasi BUMD dan kemitraan pihak swasta.

‎Kritik masyarakat ini seyogyanya menjadi bahan evaluasi besar bagi pemerintah daerah dan penyelenggara agar pelaksanaan PRSU di tahun yang akan datang dapat dikemas kembali dengan konsep yang lebih inklusif dan terjangkau bagi seluruh warga Sumatera Utara. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru