Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

Kasus Meninggalnya Wanita Eks Istri Oknum Polisi di Medan Jadi Perhatian Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga

Polisi Diminta Profesional, Objektiv dan Transparan
Martohap Simarsoit - Jumat, 07 Agustus 2026 20:00 WIB
574 view
Kasus Meninggalnya Wanita Eks Istri Oknum Polisi di Medan Jadi Perhatian Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga
Anggota DPR RI Komisi III Mangihut Sinaga

Medan(harianSIB.com)

Peristiwa meninggalnya seorang wanita di Medan, WLG (30), mantan isteri anggota Polri, yang diduga bunuh diri dengan menggunakan senjata api (senpi) pistol, mendapat perhatian dan sorotan dari Mangihut Sinaga, anggota DPR RI Komisi III (membidangi masalah hukum).

Menurut wakil rakyat dari Partai Golkar Dapil Sumut 3 ini, penyidik kepolisian harus melakukan pengusutan secara komprehensip, lengkap dan tuntas sehingga penyebab peristiwa dan meninggalnya korban, terungkap secara terang benderang sesuai fakta kejadiannya.

Dia meminta Polrestabes dan Kepolisian Daerah Sumut yang menangani kasus itu bertindak profesional, objektif dan transparan, sehingga kasusnya terang benderang dan tidak terlalu dini menyimpulkan peristiwa meninggalnya WLG karena bunuh diri.

Penyidik harus melakukan pengusutan dengan hasil lengkap dan tuntas, sehingga penyebab meninggalnya korban, terungkap secara terang benderang sesuai fakta kejadian sebenarnya.

Baca Juga:

"Saya menyayangkan jika terlalu dini disimpulkan korban bunuh diri. Menurut hemat saya pemeriksaan kasus itu belum secara lengkap dan utuh, sehingga menimbulkan pertanyaan.

Mengenai sidik jari, dan pistol serta siapa saja yang ada di ruangan waktu kejadian itu, dan apa yang terjadi sebelum korban meninggal," ujar Mangihut Sinaga yang menanggapi peristiwa tersebut via WA, Jumat (7/8/2026).

Lebih lanjut, menurut Mangihut Sinaga yang mantan Wakajati Sumut ini, terkait kasus ini patut didalami juga sejak kapan si korban datang ke rumah atau tempat kejadian itu?

"Apalagi kalau mereka sebagai suami istri selama ini sudah pisah. Kan tidak segampang itu si korban mendapatkan pistol dari mantan suaminya itu? Jika benar si korban ini datang dari Jakarta, apa langsung ke tempat kejadian itu, dan apa korban langsung tau di mana disimpan pistol itu? Soalnya pistol itu juga gak boleh sembarangan diletakkan. Barang berbahaya dan harus disimpan atau dibawa dalam tugas kalau polisi," ujar Mangihut.

Menurut Mangihut yang juga pernah Kajari Medan ini, hal demikian itu perlu diusut. Sehingga terlalu dini jika sudah menyimpulkan bunuh diri sebelum observasi secara keseluruhan termasuk sidik jari, atau jika masih ada kejanggalan dalam logika yang belum didalami.

"Kemudian di rumah itu apa ada orang lain, atau kosong. Lalu kalau sudah lama pisah, apa status mantan suaminya sudah nikah atau belum lagi", ujar Mangihut.

Baca Juga:

Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu terjadi di salah satu perumahan di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8/2026), sekitar pukul 16.00 WIB. Polisi kini masih mendalami motif korban diduga nekat mengakhiri hidupnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Dokter Forensik Polda Sumut, dr Mistar Ritonga di Mapolrestabes, Kamis (6/8/2026) menegaskan, sejak menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh dengan melibatkan Tim Inafis dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Jasad korban telah selesai diautopsi, hasilnya menunjukkan adanya luka tembak di bagian kepala korban.(*)

Baca Juga:
Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Ini Jawaban Polda Sumut
Fraksi Gerindra DPRD Tebingtinggi: Pembangunan Berkualitas Membutuhkan Perencanaan Yang Matang
PH Enda Simakasura Sebut Perubahan Pekerjaan Waterfront City Bukan Pelanggaran, Diatur dalam Adendum
‎Peluang Bisnis Jastip di Medan Raup Omzet Menjanjikan
Senjata Api Milik Mantan Suami Diduga Dipakai Bunuh Diri, DPR Desak Penyelidikan Menyeluruh
Dokter Forensik Polda Sumut: Proyektil Peluru Ditemukan di Bawah Kulit Kepala Korban, Luka Tembak Tempel
komentar
beritaTerbaru