Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 18 Agustus 2026

Sudaryono Jenguk Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di RSU Haji Medan

Leo Bastari Bukit - Minggu, 16 Agustus 2026 20:35 WIB
299 view
Sudaryono Jenguk Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di RSU Haji Medan
Foto Dok/Fitrady
JENGUK: Kepala BGN Sudaryono didampingi Direktur RSU Haji Medan dr Yulinda Elvi Nasution MKes bersama jajaran struktural rumah sakit saat menjenguk salah seorang siswi korban dugaan keracunan MBG yang masih menjalani perawatan di RSU Haji Medan, Minggu (1

Medan (harianSIB.com)

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyikapi dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG kepada para pelajar dikenakan sanksi suspensi berat.

Bahkan, Kepala SPPG tidak hanya dicopot dari jabatannya, tetapi juga diajukan untuk pemecatan dengan tidak hormat (PDTH) sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Hal itu disampaikan Sudaryono saat menjenguk salah seorang siswi korban dugaan keracunan MBG yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Minggu (16/8/2026).

"Sanksinya yang pertama dapurnya disuspen berat. Kemudian Kepala SPPG-nya yang sanksi, yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui badan kepegawaian negara status ASN-nya," tegas Sudaryono.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala SPPG Karo Berastagi Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, diketahui bernama Eky Faisal Zendrato.

Sementara itu, SPPG tersebut masih dalam proses investigasi tim gabungan untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan massal yang terjadi di SMA Negeri 1 Berastagi, Kamis (13/8/2026).

Sudaryono menegaskan, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh SPPG di Indonesia agar bekerja lebih hati-hati. Menurutnya, penyediaan makanan dalam program MBG menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat.

"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Kalau merasa enggak mampu, mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan," ujarnya.

Ia juga meminta seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG memastikan kemampuan dan tanggung jawabnya.

"Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan begini," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut HM Faisal Hasrimy, Kepala Regional BGN Provinsi Sumut Agung Kurniawan dan Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga.

Kedatangan mereka disambut Direktur RSU Haji Medan dr Yulinda Elvi Nasution MKes bersama jajaran struktural rumah sakit.

Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas kejadian tersebut. Ia menegaskan BGN bertanggung jawab atas pelaksanaan program MBG.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga atas kejadian ini. Kami bertanggung jawab sepenuhnya. Saya merasakan kesedihan yang begitu dalam dan menganggap pasien seperti anak saya sendiri," ungkapnya.

Terkait kondisi korban, Sudaryono mengatakan pasien yang sudah tiga hari menjalani perawatan di RSU Haji Medan tersebut terus menunjukkan perkembangan positif.

"Menurut laporan tadi sudah membaik. Treatment-nya adalah kondisi perut dipuasakan, kemudian karena ada bakteri diberikan antibiotik dan pain killer atau antinyeri. Dipastikan bagaimana caranya supaya diistirahatkan supaya toksin-toksinnya keluar," jelasnya.

Ia berharap kondisi korban dapat kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Namun, korban tetap berada dalam pemantauan intensif tim medis. Sudaryono juga menanyakan kepada Direktur RSU Haji Medan mengenai skema pembiayaan pengobatan korban.

Direktur RSU Haji Medan dr Yulinda Nasution menjelaskan bahwa pasien mendapatkan pelayanan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) dalam Program Berobat Gratis (PROBIS), program Pemerintah Provinsi Sumut. Program tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian Gubernur Sumut Bobby Nasution terhadap korban dugaan keracunan MBG.

Sudaryono pun menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dan jajaran RSU Haji Medan atas perhatian serta penanganan terhadap korban.

"Terima kasih kepada Gubernur Sumut atas atensinya. Terima kasih juga kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dan Direktur RSU Haji Medan," pungkasnya.

Tim gabungan hingga kini masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut. Hasil investigasi nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para pelajar. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru