Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026
Pertamina Lapor ke Gubsu,

Krisis Gas Industri di Sumut Akhir Tahun Ini Teratasi

- Jumat, 22 Mei 2015 10:34 WIB
588 view
 Krisis Gas Industri di Sumut Akhir Tahun Ini Teratasi
Gubsu Gatot Pujo Nugroho menerima Direktur Enegeri Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero), Yenni Andayani dan rombongan di rumah dinas Gubsu, Kamis (21/5).
Medan (SIB)- PT Pertamina melaporkan kepada Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST MSi bahwa gas dari Arun, Aceh  yang diperuntukkan bagi Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sudah bisa beroperasi di akhir tahun ini atau  kuartal ke empat tahun ini.  Laporan itu disampaikan Direktur Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero), Yenni Andayani saat beraudiensi di rumah dinas Gubsu, Kamis (21/5).

Yenni Andayani didampingi SVP Gas dan Power Djohardi Angga Kusumah, Vice President Gas dan Power Commersialization, Ginanjar, serta Presiden Direktur, Jugi Prajogio  mengatakan, kedatangan mereka sebagai bentuk kesiapan Pertamina dalam memasok gas di wilayah Sumut dan Aceh. "Kami siap untuk memasokkan gas ke wilayah Sumut, khususnya untuk KIM dan KEK Sei Mangkei," ujarnya.

Dia mengatakan, gas yang akan masuk ke kawasan industri itu nantinya merupakan gas dari Arun yang pipanya ditarik dari Belawan. "Jadi kita masih khusus untuk KIM dan KEK Sei Mangkei dengan pipa antara 250 sampai 300 mm. Untuk pipa ke arah KIM kuartal ke-4 sudah bisa beroperasi," katanya.

Untuk itu, ia berharap kerjasama dengan pemerintah daerah seperti pembebasan lahan dapat segera  rampung. PT Pertamina juga  membersihkan bangunan-bangunan yang sudah berdiri di areal pipa. Proses pembangunan pipa sendiri sudah selesai  68%.

"Saat ini dikerjakan ruas pipa terusan dari Pipa Arun-Belawan hingga ke Kawasan Industri Medan dan KEK Sei Mangkei. Pipa sepanjang 156 Km ini ditargetkan rampung pada Juni tahun ini. Selanjutnya pipa akan diperpanjang hingga mencapai Kuala Tanjung,” katanya.

Dia menuturkan,  Pertamina  mengestimasi bahwa kebutuhan gas untuk industri di Sumut mencapai 250 mmscfd. Sedangkan untuk kebutuhan PLN, Pertamina  menyebutkan jumlah yang akan dipasok sebesar 98 MMSCFD PLTGU Belawan.

Berdasar laporan dari Pertamina, 40 MMSCFD untuk kebutuhan KEK Sei Mangkei dan selebihnya untuk keperluan listrik di kawasan itu juga.

Gubsu yang didampingi Plh Sekda Sabrina, Kepala Bappeda Sumut Arsyad Lubis, dan Kepala Dinas Pertambangan Sumut Edy Salim  menekankan agar Pertamina merealisasikan segera gas untuk kebutuhan industri, baik untuk KIM dan KEK Sei Mangkei.

Selama ini, katanya, pasokan gas Arun sudah masuk ke PLN. Maka untuk industri bisa disegerakan juga. Karena krisis gas yang terjadi di industri Sumut sudah lama dirasakan kalangan industri.

"Memang energi gas sudah lama krisis di Sumut. Itu kita prihatinlah. Kekurangan pasokan gas membuat pertumbuhan industri kita lamban. Padahal dari sisi potensi, kita memiliki banyak potensi industri. Namun saya yakin, pemerintah pusat akan terus memihak kita, dan kita siap mendukung terhadap semua industri yang mau digarap investor di Sumut ini," kata Gubsu.

 Dalam waktu dekat, katanya, Pemprovsu sebagai fasilitator akan membahas soal harga gas yang sampai saat ini belum menemukan harga kesepakatan. "PT Pertamina beranggapan bahwa harga yang ditawarkan sudah murah sedangkan bagi pelaku industri harga tersebut terlampau mahal. Pemprovsu juga berharap ke depan ada kepastian  besaran pasokan gas untuk Sumut. Sehingga industri di Sumut bisa beroperasi dengan baik," ujar Gubsu. (A14/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru