Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

PLOt dan SSB Suarakan Peduli Danau Toba dan Eksistensi Budaya Batak Lewat Pentas Seni Opera di Medan

- Minggu, 07 Juni 2015 14:22 WIB
507 view
PLOt dan SSB Suarakan Peduli Danau Toba dan Eksistensi Budaya Batak Lewat Pentas Seni Opera di Medan
Medan (SIB)- Pusat Latihan Opera Batak Toba (PLOt) bekerjasama dengan Sanggar Seni Bale Marojahan menyuarakan pesan budaya dan peduli ekosistem Danau Toba lewat lewat pementasan Seni Opera Batak Tobaselama 2 hari (4-5 Juni) di Gedung Auditorium Unimed.

Pementasan opera tersebut dihadiri  tokoh masyarakat RE Nainggolan  serta ratusan undangan baik dari kalangan umum, pelajar/mahasiswa dan akademisi. Pada pembukaan,  penonton disuguhkan  persembahan tor-tor cawan. Pementasan dikemas dengan menceritakan asal muasal Danau Toba dalam cerita rakyat (folktales) dengan  menampilkan slides dipadu dengan narasi oleh seniman Thomson Hutasoit, bagaimana  Danau Toba secara geologi terbentuk akibat letusan gunung merapi lebih kurang 75 ribu tahun lalu.

Lena Simanjuntak, penulis sekaligus sutradara  pementasan opera Batak mengatakan  "Perempuan di Pinggir Danau " berisi pesan-pesan ekologi dan menceritakan permasalahan Danau Toba yang sekarang kondisinya kian tercemar.

Dijelaskan juga, generasi mendatang akan mengalami masa sulit akibat  berkurangnya pasokan dan menipisnya sumber-sumber air bersih yang ada di wilayah Bonapasogit (kampung halaman) akibat deforestrasi dan pencemaran limbah kimia maupun rumah tangga. Akibatnya manusia terancam berbagai resiko seperti penyakit, dan yang paling buruk memicu konflik horizontal.

"Seperti yang kita ketahui, bumi ini terdiri dari 70 persen air, namun hanya 7 persen sumber air tawar, kita bisa bayangkan bagaimana jadinya kalau masyarakat Danau Toba harus membeli air minum dari kemasan botol. Akibat kekurangan air bersih, manusia akan  berebut, inilah yang bisa memicu konflik, " paparnya.

Sementara itu director dan conselor pementasan Opera Batak, Thomson Hutasoit  menyatakan kerinduannya agar masyarakat khususnya generasi muda Batak agar  peduli  dengan isu-isu lingkungan dan turut melestarikan budaya . "Semoga setiap orang tergerak hatinya, apalagi kaum muda sudah selayaknya menjadi agen perubahan untuk menantang segala bentuk pencemaran lingkungan, " terangnya.

Di tempat yang sama, mantan Sekdaprovsu  RE Ninggolan ketika diwawancarai SIB mengapresiasi acara tersebut. Ia berharap agar  masyarakat bersama-sama menjaga warisan budaya Batak, khususnya Opera Batak.

"Kita apresiasi acara ini, semoga ke depannya Opera Batak semakin maju dan dikenal dunia. Dan yang paling penting kita tetap menyuarakan isu-isu lingkungan, khususnya permasalahan Danau Toba sehingga Danau Toba sebagai anugerah Tuhan yang indah tetap bersih, " katanya. (Dik-FS/Dik-AB/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru