Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

BMKG : Suhu Udara di Sumatera Masih Panas, Hotspot Capai 809 Titik

- Rabu, 22 Juli 2015 10:01 WIB
324 view
BMKG  : Suhu Udara di Sumatera Masih Panas, Hotspot Capai 809 Titik
Medan (SIB)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Wilayah I Medan mengatakan , jumlah titik panas (hotspot)  di Pulau Sumatera sampai 20 Juli kemarin mencapai 809 titik. Sedangkan jumlah hotspot di Provinsi Sumut mencapai 79 titik.

"Diperkirakan juga  ke depannya titik - titik panas di Pulau Sumatera akan bertambah, karena suhu panas 34 sampai 35  derajat celcius," kata Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan melalui Staf Pelayanan Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan Lestari Irene Purba kepada SIB di Medan, Selasa (21/7).

Dikatakan Lestari, kondisi cuaca sampai hari Minggu (26/7) masih berpeluang hujan dengan volume ringan sampai sedang. Daerah paling berpeluang hujan di Pantai Timur yang terjadi pada sore sampai tengah malam hari.

"Di Kota Medan masih mengalami peluang hujan, namun tidak terjadi setiap hari," ujar boru Purba sembari menambahkan penyebab hujan terjadi karena belokan angin ke arah barat daya dan cukup untuk pertumbuhan awan.

Lestari mengakui, BMKG masih mengeluarkan rekomendasi bahwa angin puting beliung kecepatannya mencapai 20 knot. Lokasinya di daerah lereng Barat, lereng Timur, dan Pantai Timur. "Begitu juga dengan kecepatan angin selama hujan mencapai 15 knot," tambahnya.

Dikatakannya, bulan Juni, Juli, sampai Agustus masih mengalami musim kemarau jilid II. Di bulan September sampai Desember memasuki musim hujan. "Musim kemarau jilid I pada Januari sampai Maret. Musim hujan ke I pada April sampai Mei," ungkapnya.

Sebelumnya, pengamat kesehatan Kota Medan, dr Delyuzar SpPA (K) mengatakan, musim kemarau diselingi hujan akan mudah menyerang daya tahan tubuh. Selain influenza dan gangguan pernafasan akibat debu di jalanan, kemungkinan masyarakat akan terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) juga akan timbul.

Karena itu, ia menyarankan, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan. Selain itu juga mengonsumsi buah-buahan dan memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi. "Kalaupun beraktivitas di luar ruangan, sebaiknya masyarakat menggunakan pelindung kepala dan menggunakan masker agar tidak terkena debu," saran Delyuzar. (A21/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru