Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Diserang Penyakit Misterius, Ribuan Burung Puyuh Mati Mendadak di Deliserdang

- Kamis, 23 Juli 2015 10:49 WIB
280 view
  Diserang Penyakit Misterius, Ribuan Burung Puyuh Mati Mendadak di Deliserdang
Deliserdang (SIB)- Ribuan ekor burung puyuh yang diternakkan para peternak burung puyuh di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang mati mendadak diserang penyakit misterius. Penyakit misterius yang melanda ternak burung puyuh itu semakin mewabah sejak Selasa (14/7) sehingga diperkirakan mencapai ribuan ekor sudah punah.

Penyakit misterius yang melanda ternak unggas itu berawal ketika burung tampak lesu dan bulunya berdiri. Selanjutnya burung itu mengeluarkan kotoran berbentuk kapur, badan membiru, mulut menganga dengan mengeluarkan lendir bening. Akibat wabah itu, kerugian beberapa peternak di daerah itu mencapai puluhan juta rupiah.

Peternak burung puyuh, Sugeng (43) warga Dusun I Barat Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin kepada wartawan, Rabu (22/7) mengatakan matinya burung puyuh yang diternakkan untuk produksi telur berawal, Selasa (14/7) dengan matinya 6 ekor burung puyuh. Awalnya dia mengira hal itu adalah kejadian biasa. Namun esoknya, burung puyuh yang mati bertambah menjadi 200 ekor dan hari ketiga semakin meningkat hingga 500 ekor dan 600 ekor.

Sugeng yang mengaku sudah menggeluti usahanya sekira 11 bulan, mengaku ribuan burung puyuh yang mati mendadak terpaksa dikubur di kedalaman 70 cm setelah dibakar. Menurutnya di daerah itu, ada 17 Kepala Keluarga yang menggeluti usaha ternak burung puyuh dan para peternak mengalami hal yang sama. “Pak Manto selaku ketua kelompok ternak burung puyuh juga mengalami hal yang sama,” jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya dia menternakkan burung puyuh sekira 4.000 ekor, setelah wabah misterius itu, burung puyuh yang diternakkan tersisa 500 ekor. Sebelumnya, dari 4.000 burung puyuh, bisa menghasilkan 3.500 butir telur per hari, dengan harga jual Rp 230 per butir.

Hingga saat ini para peternak hanya bisa memberikan vitamin kepada burung puyuh yang tersisa, karena jika disuntik dengan vaksin, tindakan itu malah mempercepat burung mati mendadak. (A24/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru