Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Nelayan Melawan, Pembangunan Jalan Beton di Belawan Terhenti

- Jumat, 24 Juli 2015 09:54 WIB
437 view
 Nelayan Melawan, Pembangunan Jalan Beton di Belawan Terhenti
SIB/Pally Simangunsong
Terhambat : Jalan beton layang sepajang kurang lebih 300 meter yang telah selesai dikerjakan menghambat keluar masuk sejumlah kapal ikan nelayan di Bagandeli Belawan, Kamis (23/7).
Belawan (SIB)- Pembangunan infrastruktur kawasan pemukiman kumuh di pesisir Kelurahan Bagandeli Belawan berupa jalan beton layang mendapat perlawanan dari masyarakat/kalangan nelayan skala kecil. Buntutnya pengerjaan proyek tersebut terpaksa dihentikan sejak beberapa hari lalu.

Data yang dikutip wartawan dari plank proyek yang terpampang di lokasi pembangunan jalan layang beton tersebut bersumber dari APBN tahun anggaran 2015 senilai Rp 11.509.280.000 yang dikelola Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berkantor di Medan.

Namun pada plank atau papan proyek tersebut tidak tertulis berapa meter panjang jalan beton layang yang akan dibangun di sepanjang kawasan pesisir Bagandeli Belawan tersebut.

"Bukan menghambat pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, kami keberatan karena tidak ada disiapkan jalur keluar masuk kapal motor penangkap ikan kami jika jalan beton ini berlanjut hingga selesai dibangun, seharusnya pihak Cipta Karya membuat jalur keluar masuk kapal kami," ujar Hasim salah seorang nelayan di Bagan Deli Belawan didampingi seorang rekannya kepada wartawan, Kamis sore (23/7).

Sebelumnya, salah seorang warga Bagandeli lainnya, Khairuddin mengatakan, terkait pembangunan jalan beton layang yang sudah sempat dikerjakan kurang lebih sepanjang 300 meter tersebut, kalangan nelayan telah dua kali melakukan aksi unjuk rasa menolak pelaksanaan proyek tersebut.

"Kami juga sama sekali tidak mengerti apa fungsi jalan itu, yang pasti saat ini pembangunannya sangat mengganggu keluar masuk kapal motor nelayan yang ditambatkan di rumah mereka di pesisir Bagandeli Belawan.

Pantauan wartawan di lokasi proyek pembangunan infrastruktur kawasan pemukiman kumuh, tidak seorangpun pekerja  terlihat melakukan aktivitas. Hanya alat berat untuk memancang tiang beton yang tampak berada di areal proyek.

Selain itu, sejumlah kapal penangkap ikan nelayan yang terjebak akibat jalan beton layang yang telah selesai dikerjakan terpaksa mengambil jalur memutar atau mengitari jalan beton untuk melaut. (A9/q)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru