Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 Juli 2026

Tiga Ratus Pecatur Ikut Turnamen Catur Memperebutkan Piala Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait

- Senin, 06 November 2017 10:20 WIB
644 view
Tiga Ratus Pecatur Ikut Turnamen Catur Memperebutkan Piala Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait
Jakarta (SIB) -Sebanyak tigaratus pecatur dari berbagai Provinsi di Indonesia mengikuti Turnamen Catur Non Master memperebutkan piala Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait di Gedung Gramari Kampus PPLPN Lembaga Administrasi Negara Jakarta, Minggu (4/11). 

Aktifis yang juga mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN)  Hatta Taliwang menyatakan, tujuan  utama turnamen adalah menyemarakkan peringatan hari Sumpah Pemuda dan menyambut hari Pahlawan, sekaligus sebagai momen bagi generasi muda untuk menghargai, menghormati dan mengingat jasa-jasa para pahlawan yang dengan suka rela tanpa pamrih menyumbangkan dharma bhaktinya untuk kepentingan bangsa dan negara. 

Sesungguhnya, yang antusias  mendaftar  mencapai 1.000 orang, namun dibatasi hanya 300 peserta. 

Menurut Hatta Taliwang, di tengah suasana munculnya rasa benci, saling fitnah dan semacamnya di tengah-tengah masyarakat dewasa ini, olahraga termasuk catur diharapkan dijadikan sebagai katalisator atau  alat merajut kebersamaan dan  menyatukan rasa bersaudara  sesama anak bangsa. 

Aktivis yang cukup vokal melakukan kritik kepada pemerintah ini berpendapat, dalam olahraga catur tidak ada batas politik. 

Sebab, semuanya satu keluarga, dalam semangat kekeluargaan, tidak ada fitnah, namun  bersaudara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dirinya sebagai aktivis dan mantan politisi PAN bisa bekerjasama dengan politisi PDI- Perjuangan Maruarar Sirait  untuk melakukan hal yang positif bagi  masyarakat. 

Apalagi, motto dalam olahraga  catur adalah Gens Una sumus, yang artinya bersaudara dan satu keluarga, meskipun berbeda latar belakang, suku, agama dan lain sebagainya.

"Ini arena persaudaraan dari  berbagai aliran keyakinan dan partai dan diharapkan membawa manfaat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam olahraga catur yang bisa membawa keharuman  bangsa di dunia Internasional. 

Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait  menyambut baik turnamen catur non master ini, apalagi panitia mempersiapkannya dengan baik.

Sirait memuji Hatta Taliwang yang bekerja dengan hati sehingga acara tersebut berlangsung sukses.

"Tahun depan hadiah akan kita tingkatkan," ujarnya, yang disambut tepuk tangan riuh dari ratusan peserta yang hadir. 

Dia juga ingin tahun depan acara turnamen catur non master 2018 digelar saat momentum hari Kartini, sehingga para pecatur wanita bisa juga mengikutinya.

Marco Simanjuntak (8 tahun) salah satu peserta termuda sangat senang bisa mengalahkan para seniornya dalam catur non master ini.

Pecatur yang sudah dua tahun ikut  sekolah catur Utut Adianto ini menang dua kali dalam turnamen. Dia bercita-cita menjadi Grand Master catur termuda di Indonesia ke depan.

Ketua Harian Jakarta Komisi Catur Sekolah Hendry Jamal's menyampaikan terimakasih kepada Hatta Taliwang dan Maruarar Sirait, sehingga turnamen ini bisa dilaksanakan dengan baik.  

"Mudah-mudahan, dalam kompetisi ini lahir pecatur muda berbakat dan berkualitas, sehingga prestasi Indonesia semakin meningkat di dunia internasional.
Saat ini Indonesia memiliki grand master termuda sekitar 9 orang yang siap mengharumkan nama bangsa.

"Semoga bibit-bibit pecatur muda terus bermunculan," ujarnya. (J01/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru