Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 02 Oktober 2026
PSMS 2-3 PSIS

Terpuruk di Zona Merah

- Kamis, 13 September 2018 18:42 WIB
642 view
Terpuruk di Zona Merah
SIB/Dok
TENDANG: Penyerang PSMS, Rachmat Hidayat (hijau) bersiap menendang bola meski mendapat pengawalan ketat pemain PSIS di Stadion Teladan, Rabu (12/9). PSMS menyerah 2-3.
Medan (SIB) -Sempat tertinggal dua gol dari PSIS, tuan rumah PSMS mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam waktu enam menit. Dramatis, PSIS mencetak gol di masa injury time menjadi skor 2-3 dalam laga Liga 1 di Stadion Teladan, Rabu (12/9). Kekalahan PSMS tersebut bahkan saat disaksikan langsung oleh Gubsu Edy Rahmayadi yang juga Ketum PSSI.

Hasil  itu pun membuat PSMS tak bisa membalas dendam kekalahan di pertemuan pertama. Hasilnya, kini PSMS semakin terperosot di dasar klasemen dengan 19 poin dari 21 laga. PSMS tertinggal empat poin dari PSIS dan Perseru yang juga berada zona merah atau degradasi

Pelatih PSMS, Peter Butler mengakui tim dalam kondisi sulit. Meski pemain sudah kerja keras, tapi hasilnya tak cukup baik. "Kami kecolongan satu gol di awal. Itu memaksa kami ganti strategi dan fokus. Pembuktiannya ada, dua kali crossbar dan juga ada penalti. Kami sudah kerja," ucap Butler.

Tak dipungkiri pelatih asal Inggris ini, permainannya timnya tidak menunjukkan kualitas yang cukup untuk laga tersebut. "Hari ini tidak cukup kualitas. Kita kalah. Ya kalau tidak ada motivasi itu sulit. Mungkin lebih baik persiapan ke divisi dua (Liga 2). Saya sangat sedih. Ini tanggung jawab semua, saya juga," katanya.

Legimin dan kawan-kawan sejatinya memang tampil di bawah performa. Meski unggul dalam ball possesssion, tapi para pemain terlihat sering kehilangan bola. Hal itu diakui sang pelatih. "Pertahanan juga tak cukup bagus. Sulit perbaiki mental karena saya pelatih, bukan psikolog," jelasnya. 

Dalam laga itu, PSIS mencuri gol saat laga berjalan enam menit. Barisan pertahanan PSMS tak berdaya setelah PSIS melakukan serangan balik. Bruno Silva melepas  tendangan. Bolanya sempat nyaris diblok kiper PSMS, Abdul Rohim. Bola rebound disambut Bayu Nugroho. Itu menjadi satu-satunya gol di babak pertama. 

Usai turun minum, PSMS terus berinisiatif melakukan serangan. Felipe sempat membuka asa. Sayang, sepakan kerasnya menerpa mistar gawang. 

Bukan menyamakan kedudukan, gawang PSMS justru kembali bobol di menit 75. Kali ini Bruno Silva yang menggetarkan gawang Rohim usai bermain satu-dua dengan Ibrahim Conteh di kotak penalti. 

PSMS membuka asa setelah tendangan bebas Shohei Matsunaga memperkecil skor menjadi 1-2 pada menit 81. Bahkan tiga menit sebelum waktu normal habis, pemain asal Jepang itu menjadikan skor 2-2. Matsunaga sukses mencetak gol lewat penalti setelah Conteh melakukan handball. 

Namun dewi fortuna menjauh dari PSMS. Pasalnya di masa injury time, PSIS menyarangkan gol pamungkas lewat Hari Nur Yulianto. Gol tersebut menutup kemenangan PSIS.

"Ini adalah kemenangan yang luar biasa. Alhamdulillah berkat kerja keras, fokus, kemudian bisa menghindarkan diri dari tekanan. Kemenangan ini sangat penting untuk membangun mental kami," ucap Jafri Sastra, pelatih PSIS. (R21/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru