Medan (SIB)- Ketua Umum Badan Sepakbola Rakyat Indonesia (Basri) Pusat, Eddy Sofyan, mengatakan Liga Desa Indonesia (LIDI) akan menjadi kompetisi sepakbola rakyat terbesar di dunia dari segi jumlah peserta.
"Puncak pelaksanaan LIDI nantinya akan melibatkan sekira 120 ribu desa. Untuk tahun pertama 2014, LIDI ditargetkan diikuti 34 ribu desa dan tetap menjadi kompetisi sepakbola rakyat terbesar di dunia," ujar Eddy Sofyan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Basri Sumut di Hotel Asean Medan, Minggu (26/1).
Dikatakan, dengan jumlah peserta yang begitu besar, LIDI ditargetkan mampu melahirkan pemain-pemain terbaik yang terpantau di seluruh penjuru tanah air. Nantinya, LIDI ditargetkan menghasilkan 24 pemain terbaik yang akan disumbangkan ke PSSI sebagai cikal bakal pemain timnas.
"Jadi Basri merupakan mitra PSSI dalam memunculkan bakat-bakat terpendam sepakbola tanah air. Harus diakui jika banyak pemain hebat yang lahir dari desa-desa. Sayangnya, belum sepenuhnya bakat-bakat pesepakbola di desa-desa itu tergali. Maka melalui LIDI diharapkan terjaring talenta-talenta terbaik," katanya.
Kadispora Sumut, Khairul Anwar, mengatakan pihaknya siap mendukung program Basri dalam menggelar LIDI. "Sejak saya menjabat Kadisporasu, niat saya adalah menggelar kompetisi antaradesa atau kompetisi rakyat. Makanya saya bersyukur munculnya program LIDI ini, karena sangat sejalan dengan apa yang saya rencanakan sebelumnya, ujar Kadisporasu.
Ketua Basri Sumut, Hj Indah didampingi Wakil Ketua Drs HM Darwin Syamsul, mengatakan Basri hadir untuk peduli dengan bakat sepakbola di desa-desa. LIDI menjadi fokus utama Basri dalam memunculkan bakat-bakat terpendam sepakbola di seluruh penjuru tanah air.
"Tujuannya jelas, agar ke depan Indonesia punya timnas sepakbola yang kuat. Kita bersyukur, saat ini Basri sudah terbentuk di 23 kabupaten/kota di Sumut. Semoga Liga Desa Indonesia nanti dapat berjalan lancar di Sumut," ujar Bunda Indah.
Ketua Panitia, Chandra Syuhada Sinaga, mengatakan Rakorda membahas berbagai agenda, salah satunya sosialisasi Liga Desa Indonesia (LIDI) yang merupakan liga sepakbola yang dimulai dari tim antardesa. "Juara antardesa selanjutnya mengikuti liga antar kecamatan, antar kabupaten/kota, dan dua tim terbaik dalam liga antar kabupaten/kota berhak tampil di putaran nasional di Senayan," pungkas Chandra.
(R8/f)