Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 02 Mei 2026

Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua (Refleksi Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026)

Oleh: Benyamin Nababan SH SPd MM
Redaksi - Sabtu, 02 Mei 2026 08:00 WIB
160 view
Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua (Refleksi Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026)
harianSIB.com/Dok
Benyamin Nababan SH SPd MM

Kualitas tenaga pendidik berpengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan sekitar 60 persen guru telah tersertifikasi. Sertifikasi meningkatkan standar profesional, namun dampak terhadap kualitas pembelajaran belum optimal. Distribusi guru tidak merata, terutama di wilayah 3T. Guru honorer menghadapi persoalan kesejahteraan, dengan pendapatan yang sering berada di bawah standar layak. Kondisi tersebut memengaruhi motivasi dan kinerja. Pada jenjang perguruan tinggi, dosen menghadapi tuntutan produktivitas riset. Publikasi ilmiah Indonesia meningkat secara kuantitas, namun kualitas dan dampak sitasi masih memerlukan penguatan.

Perspektif akademik menegaskan pentingnya partisipasi kolektif dalam pendidikan. Tilaar (2021) menyatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara negara dan masyarakat. Freire (2005) menekankan pendidikan sebagai proses transformasi sosial yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. UNESCO (2021) melalui konsep Education for All menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan global. Pendapat tersebut memperkuat urgensi partisipasi semesta dalam konteks nasional.

Arah kebijakan pembangunan nasional melalui Astacita menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai prioritas. Pendidikan berkualitas menjadi instrumen utama dalam meningkatkan daya saing bangsa. Astacita menekankan peningkatan layanan dasar, penguatan inovasi, serta pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan. Implementasi kebijakan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Partisipasi semesta berfungsi sebagai mekanisme integratif dalam menghubungkan berbagai kepentingan.

Peran pemerintah mencakup penyusunan kebijakan, alokasi anggaran, serta pengawasan. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN menunjukkan komitmen fiskal. Efektivitas anggaran memerlukan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah berperan dalam implementasi kebijakan pendidikan. Desentralisasi memberikan ruang inovasi, namun memerlukan kapasitas kelembagaan yang kuat.

Keterlibatan masyarakat memiliki peran strategis. Orang tua berkontribusi dalam mendukung proses belajar anak melalui pengawasan dan motivasi. Komite sekolah berfungsi sebagai mediator antara sekolah dan masyarakat. Dunia usaha berkontribusi melalui program magang, pelatihan, serta dukungan terhadap pengembangan kurikulum. Kolaborasi tersebut meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri. Lembaga swadaya masyarakat berperan dalam advokasi serta pemberdayaan pendidikan di daerah marginal.

Pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam transformasi pendidikan. Digitalisasi membuka peluang pemerataan akses pendidikan. Platform pembelajaran daring, sumber belajar digital, serta inovasi teknologi pendidikan menjadi solusi alternatif. Data Kementerian Komunikasi menunjukkan penetrasi internet nasional mencapai sekitar 78 persen pada tahun 2024. Distribusi akses masih belum merata, sehingga diperlukan percepatan pembangunan infrastruktur digital.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Riset dan Teknologi
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
BPPT Kurangi Dosis Teknologi Asing untuk Perkapalan
LKP Ayu Salon P Siantar Buka Program Pelatihan Pendidikan Kecakapan Wira Usaha
Dewan Pendidikan Minta Disdik Pematangsiantar Data SD yang Siswanya Sedikit
Mahasiswa Unpab Juara II Inovasi Teknologi Nasional
komentar
beritaTerbaru