Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 22 Oktober 2026

Ende Holidays Travel Week: Malaysia Eksplore Destinasi Petualangan Baru

Oki Lenore - Sabtu, 25 Juli 2026 13:39 WIB
1.079 view
Ende Holidays Travel Week: Malaysia Eksplore Destinasi Petualangan Baru
Foto: SIB /Oki Lenore
Ende Holidays Travel Week: Konsul Pelancongan Malaysia Rosalina binti Abdul Rahim dan Konsul Muda Pelancongan di Konsulat Jenderal Malaysia Medan Nor Hasni Saidin dalam Ende Holidays Travel Week di Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Rabu (22/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

Selera pelancong Indonesia ke Luar Negeri (LN) khususnya Malaysia berubah. Dari sekadar jalan-jalan dan shopping ke genre petualangan. Menjawab itu, Malaysia mengeksplore destinasi petulangan dan baru.

Demikian diutarakan Konsul Pelancongan Malaysia untuk wilayah Sumatra Rosalina binti Abdul Rahim usai membuka Ende Holidays Travel Week di Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan yang diadakan Ende Holidays Travel itu dimulai Rabu (22/7) hingga Sabtu (25/7). Selain mengenalkan destinasibaru di Malaysia juga mengedukasi publik yang hendak ke LN.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Feria Aznita, mengakui minat warga negara Indonesia (WNI) ke LN khususnya terkait melancong, tetap tinggi.

Baca Juga:
Tetapi, mempertimbangkan perkembangan global khususnya krisis geopolitik mulai konflik Selat Hormuz yang melambungkan harga bahan bakar minyak (BBM), jumlah WNI ke LN, anjlok serta banyak yang wait and see. Pelaku industri wisata dalam negeri menyiasati dengan mengeksplor destinasi Nusantara tapi tetap fokus pada tujuan perpelancongan luar negeri.

"Tetapi sebagai pelaku industri, tidak boleh ikut stagnan. Harus kreatif. Satu di antaranya adalah Ende Holidays Travel Week ini sebab peluang tetap ada. Misalnya kelompok milenial, khsusnya Gen-Z tetap ingin memilih berwisata yang sifatnya petualangan. Ada tantangan, mengadu andreanalin," ujarnya.

Peremupan yang disapa Cici itu mengatakan, khusus calon pelancong dari Indonesia, banyak pertimbangannya. Dari sisi global, harga tiket melambung dan dari dalam negeri depresiasi nilai tukar rupiah pun menjadi faktor lainnya.

"Ende Holidays Travel Week juga membuka kemungkinan mendampingi pelancong Nusantara untuk menjelajah Indonesia," tegas perempuan berdarah biru irisan sejumlah Kesultanan Melayu ASEAN tersebut.

"Yang penting, tetap mengedukasi publik. Di sini, Ende Holidays Travel Week, mengadakan edukasi dan pendampingan gratis!"

Tengku Cici memiliki data menurunnya jumlah wisatawan Indonesia ke LN tapi menyarankan wartawan untuk mengambil ke instansi terkait seperti Imigrasi.

"Kondisi anjlok tak hanya di Indonesia. di KLIA itu, biasanya ramai, sekarang berkurang dan cenderung sepi. Artinya, penurunan mobilitas terjadi juga di tempat lain. Malaysia itu kan destinasi tujuan wisata utama ASEAN. Jika di sana sepi, berarti dirasakan juga pelancong di luar Nusantara," tegasnya.

Tentang Ende Holidays Travel Week, Tengku Cici mengatakan sejumlah travel ikut berkolaborasi dalam kegiatan yang diadakan 20 - 26 Juli yang mengedukasi soal promo paket wisata, diskon spesial dan penawaran untuk paket tur ke Kuala Lumpur, Genting Highlands, Malaka, dan destinasi lainnya.

"Saya tegaskan, konsultasi gratis untuk merencanakan liburan impian bersama tim Ende Holidays. Ada voucher belanja dan cashback bank. Kami berterima kasih pada Malaysia Tourism Medan yang mendukung," tegasnya didampingi Konsul Pelancongan Malaysia di Medan Rosalina binti Abdul Rahim, Konsul Muda Pelancongan di Konsulat Jenderal Malaysia Medan Nor Hasni Saidin, Marketing Manager Tourism Malaysia Medan TW Harsono Pane, Marketing Executive di Tourism Malaysia Medan Natasya Andriani, pelaku perjalanan wisata dari Deliserdang Dina Puti dan Apriwardhani dari Puti Global Holidays Serdang Bedagei.

Tengku Cici mengatakan, untuk melancong apalagi ke LN diperlukan perencanaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. "Itulah sebabnya kenapa Ende Holidays Travel Week daidakan.

Langkah tersebut diapresiasi publik. Buktinya, tiap hari tetap ada yang ikut dalam edukasi ini. Itulah yang sama maksudkan wait and see tersebut," tutupnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
LIB Mulai Cicil Biaya Subsidi ke Klub Liga 1
Kasus TPPU, Auditor BPK Bayar Cicilan Tanah Rp 58 Juta Per Bulan
Idul Adha di Masjid Al-Jihad Medan, Seribuan Warga Cicip Langsung Olahan Daging Kurban
Utang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan, Penerimaan Negara Hanya untuk Bayar Cicilan dan Bunga
Pemerintah Sediakan Rumah Murah di Kemayoran, Cicilan Rp 1,5 Juta/Bulan
Pemerintah RI Cicil Utang Rp 152 Triliun dalam 3 Bulan
komentar
beritaTerbaru