Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Prof Himpun Panggabean dan Prof Thomson Nadapdap Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UMI

- Senin, 14 Maret 2016 17:36 WIB
2.037 view
Prof Himpun Panggabean dan Prof Thomson Nadapdap Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UMI
SIB/Arjuna Bakkara
DUDUK BERSAMA : Dua guru besar UMI Medan yang baru dikukuhkan Prof Dr Drs Himpun Panggabean MHum, Prof Dr dr Thomson Parluhutan Nadapdap MS (Epid) duduk bersama Rektor UMI Ir Pantas Simanjuntak MM, tokoh masyarakat Sumut yang juga Pemimpin Umum Harian SIB
Medan (SIB)- Prof Dr Drs Himpun Panggabean MHum dan Prof Dr dr Thomson P Nadapdap MS  dikukuhkan sebagai Guru Besar tetap UMI pada sidang senat terbuka Universitas Methodist Indonesia (UMI) di Kampus 3  Jalan Harmonika  Baru Tanjung Sari Medan, Kamis (10/3).

Pengukuhan didahului dengan acara kebaktian dan peresmian ruang kuliah kampus UMI oleh Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Darwis Manurung STh MPsi, yang dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan GMI Wil I Pdt KW Sinurat STh MPd, Rektor UMI Ir Pantas Simanjuntak MM, Warek 3 Drs JM Hutapea MM, tokoh masyarakat yang juga Pemimpin Umum Hr SIB Ny DR GM Panggabean R Br Hutagalung, anggota DPRD Medan Anton Panggabean MSi, Kopertis Wilayah I Sumut diwakili H Razali SH dan Gubsu diwakili Drs Saud Aritonang MHum, Guru Besar USU yang mantan Kopertis Wilayah I Prof Silvana Sinar, mewakili Pangdam dan Kapoldasu serta undangan lainnya.

Rektor Ir Pantas Simanjuntak mengatakan, peresmian ruang kuliah dirangkai dengan pengukuhan 2 guru besar tetap UMI. Pengukuhkan 2 Guru Besar ini  akan  menambah Guru Besar  UMI sekaligus memperkuat barisan Guru Besar di Kopertis Wilayah I.

Diharapkan kedua Guru Besar yang dikukuhkan dapat menghasilkan karya-karya yang terbarukan. Kita tunggu karya Guru Besar ini.Kredibilitas seorang pakar sangat ditentukan oleh karya akademik yang dihasilkannya. Ada tiga tugas pokok utama Guru Besar yakni menghasilkan tulisan, menerbitkan buku-buku, menghasilkan karya-karya dan penelitian yang baru, melaksanakan fungsi pengajaran dan pembimbingan institusi. “Diharapkan, Guru Besar jadi contoh dan teladan di kampus dan masyarakat. Punya moral dan etika yang tinggi karena Guru Besar jadi panutan masyarakat kampus. Hindarkan dari perbuatan tercela,” katanya.

Turut memberi sambutan, Gubsu diwakili Saud Aritonang, Kopertis Wilayah I diwakili H Razali SH dan Ketua Yayasan Pdt KW Sinurat.

Prof Himpun Panggabean, yang lahir di Janjiangkola Pahae,Taput 1961 pada pengukuhan itu membacakan pidato “Dampak Destruktif Ambivalensi Politik Bahasa Terhadap Tingkat Penguasaan Bahasa Inggris di Indonesia dan Strategi Pemecahan Masalah.”

Dikatakannya, pengajaran Bahasa Inggris di SD yang dihapus dalam kurikulum 2013 perlu dihidupkan kembali karena pemerolehan bahasa kedua pada usia dini sangat efektif.

Meskipun usaha besar telah dilakukan yakni belajar bahasa Inggris sejak SD sampai ke perguruan tinggi, masyarakat Indonesia mengalami kesulitan untuk menguasai bahasa Inggris. “Dibanding negara lain, termasuk Malaysia, Singapura dan Filipina, Indonesia sangat lemah dalam penguasaan Bahasa Inggris,” katanya.

Sementara Prof Thomson Nadapdap kelahiran Limapuluh Asahan 1951 dalam pidatonya dengan judul “Peranan Kitosan dalam Memperbaiki  Infertilitas Pria” mengatakan, dewasa ini kasus infertilitas telah menjadi masalah besar dalam kehidupan keluarga, karena dapat berakhir dengan perceraian . Bagi pria (suami) dalam keluarga infertile (kesulitan mendapatkan keturunan akibat benih tidak subur). Pria infertile merasa malu unuk meminta pertolongan pengobatan dan berusaha untuk menutupinya dengan cara mengadopsi anak. “Telah diteliti bahwa kitosan dapat memperbaiki keadaan infertilitas pria,” katanya. (A01/c)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru