Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026
Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Malik Fadjar

Jadikan Pendidikan Sebagai Sumber Kekuatan Pembangunan Bangsa

- Senin, 05 Mei 2014 16:05 WIB
807 view
Jadikan Pendidikan Sebagai Sumber Kekuatan Pembangunan Bangsa
Medan (SIB)- Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dr H Abdul Malik Fadjar mengatakan, jadikan pendidikan sebagai sumber kekuatan pembangunan masa depan bangsa yang lebih baik.

"Dengan kekuatan pendidikan, bangsa akan segera  meraih cita-cita luhurnya, yaitu rakyat adil, makmur, dan sejahtera. Sebab tanpa pendidikan, mustahil bangsa ini  mampu menghadapi persaingan global,"kata Malik mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu, usai melantik Dr Agussani MAP menjadi Rektor UMSU periode kedua, masa bakti 2014-2018 di gedung Auditorium UMSU, Rabu (30/4).

Hadir dalam acara itu, Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto, para rektor PTS di Sumut, pimpinan Muhammadiyah pusat dandaerah Sumut.

Dikatakan  Abdul Malik Fadjar, pendidikan itu tidak pernah berakhir. Pendidikan itu harus terus berkembang sebagaimana tuntutan perkembangan zaman. Pendidikan harus mengatur keseimbang antara rasio, perasaan, dan keterampilan. Untuk membangun pendidikan yang paling penting bukanlah mendirikan gedung megah, tetapi proses pendidikan berlangsung secara menyejukkan,  menyenangkan, mengasikkan, sekaligus mencerdaskan.

"Sebagai lembaga pendidikan tinggi, universitas harus bisa menggambarkan suasana sejuk dan membangun budaya akademik menyejukkan hati. Artinya ketika berada di kampus, suasana batin kita begitu nyaman dan tenang, " katanya.

Dikatakan, pertumbuhan dan perkembangan lembaga pendidikan itu harus berbasis, agama, tradisi, dan akar sosial budaya. Lembaga pendidikan harus bisa membekali peserta didik ilmu pengetahuan sesuai dengan tuntutan zaman."Islam yang banyak memiliki lembaga pendidikan, untuk itu, pendidikan Islam  harus kuat, mumpuni dan tangguh. Muhammadiyah salah satu lembaga pendidikan Islam itu, " katanya.

Muhammadiyah  mengantarkan bangsa ini  meraih masa depan yang lebih baik. Malik Fadjar mengatakan, tugas seorang  pemimpin lembaga pendidikan itu adalah selain mampu melahirkan generasi emas bangsa yang handal,santun dan berkarakter . Artinya pemimpin harus mampu menciptakan budaya akademik yang sejuk.

Tidak kalah pentingnya, pemimpin harus mampu membimbing dan mengerahkan seluruh warga bangsanya menyatu membangun serta mengatasi persoalan-persoalan bangsa ini dalam perjalanannya meraih cita-cita luhur.

"Yang menjadi tantangan kita saat ini adalah bagaimana membangun karakter generasi masa depan yang santun dan berbudi luhur serta cinta tanah air. Kita lihat sekarang tidak sedikit generasi muda bangsa ini memiliki karakter pemarah. Karakter pemarah simbol rendahnya ilmu pendidikan,  " katanya.

Dikatakan, kampus tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi, dengan berbagai bentuk aksi, misalnya demo, hanya saja jangan anarkis. Bila budaya unjukrasa anarkis sudah mengalir dalam jiwa generasi muda sejak di kampus, kita khawatir akan melahirkan generasi bangsa pemarah, "katanya.

Malik Fajar, yang juga pernah menjabat Menteri Agama RI itu, banyak berpesan dan berharap kepada Rektor UMSU Dr Agussani agar mampu mengantarkan UMSU menjadi universitas terbaik, tidak saja di Sumut juga nasional. "Peluang itu sangat besar dan terbuka, saat ini saja, UMSU sudah terbaik dan secara nasional peringkat IV terbaik,"katanya.

Pimpinan Muhammadiyah yakin sekali, di bawah kepemimpinan Agussani, UMSU mampu mempertahankan mottonya yakni Perguruan Tinggi yang Unggul, Cerdas dan Terpercaya.  "UMSU harus dapat menciptakan lulusan yang memiliki karakter  dan cita-cita luhur untuk kemajuan bangsa ini. Paling penting mampu menjaga kepercayaan masyarakat, " katanya.

Selain itu, dia meyakini  dia akan mampu menjalankan amanah diberikan pimpinan Muhammadiyah. (A2/c)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru