Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026
Menkumham Yasonna H Laoly:

Peradaban akan Hilang Bila Salah Menggunakan Medsos

- Senin, 18 Maret 2019 21:11 WIB
310 view
Peradaban akan Hilang Bila Salah Menggunakan Medsos
SIB/Dok
Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes didampingi Wakil Rektor (WR) III Said Rizal SHI MA foto bersama saat menyerahkan cenderamata kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna usai kuliah umum dengan Tema "Smart and Good Citizen Bagi Ge
Medan (SIB) -Menteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly SH MSc PhD memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Sabtu (9/3).

Dalam kuliah umum itu, Yasonna Laoly membahas tema "Smart and Good Citizen Bagi Generasi Milenial untuk Membangun Indonesia Masa Depan".

Hadir dalam kuliah umum tersebut, Dr dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM., Penasihat UNPRI Sofyan Wijaya, Ketua BPH Dr. Tommy Leonard, S.H., M.Kn, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I I Seno Aji, S.Pd., M.Eng., Prac.,Wakil Rektor II Ermi Girsang, SKM., M.Kes, WR III Said Rizal SHI MA, WR IV dr Ali Napiah Nasution MKT, para dosen dan staf di lingkungan UNPRI.

Yasonna mengharapkan, ini semua harus ada respon, tidak cukup smart dan good saja, tapi harus aktif untuk membangun Indonesia.

Apalagi, saat ini katanya, arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya.

Untuk itu, diharapkannya, mahasiswa UNPRI produktif dan harus bekerja keras dalam menggapai cita-cita.

Menurut Yasonna, anak-anak muda sekarang harus siap dengan perubahan masa yang begitu cepat

Pada kesempatan itu juga Yasonna mengimbau agar mahasiswa UNPRI bisa menggunakan media dengaan baik, karena ditakutkan peradaban akan hilang bila salah menggunakan media sosial.

"Anak-anak harus cepat mengikuti kecepatan perubahan dunia ini, kalau kita tidak mengikuti kita akan tertinggal, oleh karenanya kita harus terus dan terus belajar,"katanya lagi.

Yasonna Laoly juga mengharapkan UNPRI menjadi pergu­ruan tinggi yang terus mendorong pe­ningkatan SDM dalam bidang apapun dengan satu tujuan, berguna untuk bang­sa dan negara.

"Sa­ya sangat mengharapkan UNPRI Me­dan yang punya SDM bagus, kuali­fikasi dosen S2 dan S3, bahkan guru besar, serta punya fasilitas gedung he­bat, bisa menjadi PTS yang terbaik di Sumatera Utara,"kata pria berkacamata ini meyakinkan.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes dalam sambutannya mengatakan, meskipun UNPRI tergolong masih muda dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara, namun itu tidak menyurutkan semangat UNPRI untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki daya saing. Salah satunya melalui kuliah umum dengan mendatangkan narasumber yang berpengalaman dalam bidangnya.

Chrismis juga menyatakan sangat berterima kasih atas kehadiran Menteri Hukum dan HAM (Men­kumham) Yasonna H Laoly untuk yang kedua kalinya memberikan kuliah umum di UNPRI.

Sebagai institusi pendidikan, kata Chrismis, UNPRI mendukung dalam membentuk karakter generasi milenial dengan membangun segala sisi positif yang dimiliki dan menjadikan mahasiswa/i warga negara milenial yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan kewarganegaraan akan menjadi warga negara milenial yang cerdas dan baik (smart and good citizen) dalam memimpin Indonesia masa depan.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, pihaknya terus berupaya mempersiapkan mahasiswa UNPRI yang siap kerja dan mampu bekerja keras. Mereka yang disebut pekerja keras adalah generasi millenial.

Menurut Tommy Leonard, generasi millennial yang terbiasa hidup dengan kemudahan digital, perlu juga didukung dengan fasilitas kekinian. (R6/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru