Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 01 September 2026

Sekolah Wajib Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza

- Rabu, 13 September 2017 21:32 WIB
700 view
Jakarta (SIB)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajdir Effendy kembali memberikan instruksi kepada sekolah untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza ketika melaksanakan upacara bendera.

Muhadjir mengatakan, hingga saat ini pihaknya sedang mempertimbangkan untuk kewajiban sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza dalam bentuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

"Untuk kepentingan pendidikan sedang dipertimbangkan untuk dibuat Permendikbud sekolah wajib menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza," kata Muhajdir, Senin (11/9).

Muhajdir mengatakan, saat ini masih berupa surat edaran (SE). Menurutnya, kembali kewajiban sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza karena ada perbedaan antara menyanyikan Indonesia Raya tiga stanza dan satu stanza. Dalam hal itu, terkait dengan semangat dipancarkan berbeda.
Mantan rektor Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) ini mengatakan, menyanyikan lagu Indonesia Raya satu stanza sama halnya dengan foto setengah badan. Sedangkan tiga stanza sama dengan foto keseluruhan.

Selain itu, Muhadjir juga mengatakan, awalnya lagu Indonesia Raya dinyanyikan dalam tiga stanza. Namun, keluar Keputusan Menteri (Keppres) yang menyatakan lagu Indonesia Raya dinyanyikan satu stanza.

Secara terpisah, pengamat Pendidikan Indra Charismiaji menyarankan, sebaiknya kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza diatur dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpers) agar semua warga Indonesia kembali menyanyikan lagu Indonesia bentuk aslinya.

"Jangan diatur dalam bentuk Permendikbud, tapi Perpres biar semua ikut. Jadi, dengan adanya Perpres semua lembaga kementerian dan Pemda bisa kembali membuat aturan turunan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza," ucapnya.

Ia juga mengatakan, menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza dapat menjadi bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Namun, untuk saat ini, menurut Indra, butuh waktu lama untuk kembali membiasakan masyarakat menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza.

Sementara itu, pendiri dan pembina Sekolah Global Sevilla, Omi Komaria Madjid mengatakan, guna meningkatkan rasa nasionalisme, selain melalui berbagai kegiatan, seperti Pramuka, Paskibra dan lain sebagainya. Para siswa Global Sevilla juga dibiasakan untuk menyanyikan lagu nasional. Salah satunya lagi Indonesia Raya.

"Pendidikan karakter menjadi bagian untuk menanamkan rasa nasionalisme kepada anak-anak. Yang terpenting, pendidikan karakter bukan sebatas teori, namun harus diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Istri Alm. Cak Nur ini juga mengatakan, salah satu program pembentukan karakter siswa yang dilakukan oleh Sekolah Global Sevilla adalah melalui metode mindfulness practices. Metode tersebut mengajarkan anak untuk selalu menjaga pikirannya agar tetap fokus serta meningkatkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat serta sekaligus memberikan kedamaian pikiran.

Ia mengatakan, Stress resistance level anak-anak juga akan meningkat. Kondisi ini tentu saja juga sangat diperlukan utamanya saat mereka menghadapi kompetisi.

Omi juga mengatakan, pembentuk pendidikan karakter membutuhkan peran guru. Pasalnya, guru adalah salah satu ujung tombak keberhasilan pendidikan perlu melakukan inovasi pembelajaran. Sehingga nilai-nilai karakter bangsa dapat dipadukan dengan kurikulum pendidikan yang ada.

"Semua pelajaran itu harus diisi pendidikan karakter. Jangan sampai Pancasila itu hanya menjadi sebuah hafalan saja, tapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diajarkan dan dilakukan," harapnya. (SP/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru