Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 29 Agustus 2026

Sekolah Sediakan Kertas untuk "UN Online"

* Siswa Dilarang Membawa Telepon Genggam dan Kalkulator
- Rabu, 08 April 2015 19:08 WIB
298 view
 Sekolah Sediakan Kertas untuk
Depok (SIB)- Meski sebagian sekolah menengah atas (SMA) menyatakan siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) secara online atau dengan sistem berbasis komputer (computer based test/CBT), setiap sekolah diharuskan memberi kertas kosong kepada siswa yang sedang melaksanakan UN. Kertas kosong tetap akan digunakan untuk menyelesaikan soal tertentu pada UN Online yang digelar pada 13-15 April.

Plt Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ari Santoso mengatakan, pihak sekolah tetap harus memberikan kertas kosong. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan siswa dalam proses menghitung pada soal ujian tertentu. Dengan demikian, para siswa tidak akan kebingungan saat pelaksanaan UN nanti.

"Yang tidak dibolehkan kepada para siswa adalah membawa handphone dan kalkulator," ujar Ari Santoso ketika mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, berkunjung ke beberapa sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, untuk mengecek segala kesiapan UN Online, Kamis (2/4).

Ari mengatakan, setiap soal UN Online akan berbeda pada masing-masing komputer. Sangat kecil kemungkinan para siswa saling bekerja sama saat mengerjakan soal. "Berbeda tapi intinya sama. Semua sudah kami buat dengan baik," ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Herry Pansila Prabowo mengatakan, 16 sekolah siap melaksanakan CBT. "Secara nasional ada 582 sekolah yang melaksanakan UN CBT. Terbanyak di Jawa Barat, Kota Depok. Kota Bandung saja tidak ada sekolah yang melaksanakan UN CBT dan terbanyak Kota Surabaya," katanya.

Menurut Herry, pelaksanaan UN Online di Kota Depok untuk memudahkan pelaksanaan distribusi soal UN dan memudahkan pelajar. Hal ini juga seiring program Depok Cyber City. 

Herry menjelaskan, pihaknya telah menyediakan genset untuk mengantisipasi listrik padam saat berlangsungnya UN Online. Kepala Sekolah SMAN 1 Depok, Laksmi Gantini, mengatakan akan menyewa genset khusus berdaya 50.000 Watt. 

Sebanyak 279 siswa kelas III SMAN 1 Depok dinyatakan siap melaksanakan UN dengan sistem CBT. Dalam UN CBT dibagi tiga shift dan ruangan yang disediakan ada lima ruangan. Setiap ruangan berkapasitas 20 orang. Setiap ruangan disediakan cadangan laptop. Selain itu, disediakan 10 pengawas, dua cadangan pengawas, dan koordinator.

"Kami sudah menghubungi PLN untuk ketersediaan listrik. Tapi, PLN belum dapat memastikan karena beberapa waktu lalu ada gardu yang meledak. Sebagai solusinya, kami menyediakan genset," ujarnya. (SH/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru