Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Pesawat Putar Balik Gara-gara Bau Kotoran

- Minggu, 22 Maret 2015 20:27 WIB
543 view
Pesawat Putar Balik Gara-gara Bau Kotoran
London (SIB)- Wajar bagi semua manusia untuk mengeluarkan bau tak sedap saat buang air besar (BAB). Namun baru kali ini bau tak sedap kotoran bisa membuat sebuah pesawat sekaligus semua penumpang di dalamnya harus putar balik ke London. Para penumpang yang seharusnya terbang ke Dubai pun harus kecewa.

Beberapa saat setelah lepas landas, pilot mengumumkan bahwa mereka harus putar balik ke London karena bau kotoran yang menyengat di toilet pesawat. Menurut salah satu penumpang, Abshishek Sachdev, beberapa penumpang mulai protes dengan bau kotoran yang tak sedap.

Setelah beberapa lama, masalah bau kotoran ini menjadi semakin parah hingga menyangkut kesehatan dan keselamatan penumpang. Berdasarkan Metro (14/3), akhirnya pilot memutuskan untuk putar balik alih-alih melanjutkan perjalanan ke Dubai.

"Kau pasti mengetahui ada bau yang tak sedap dari salah satu toilet. Pilot menjelaskan bahwa ini bukan kesalahan teknik pesawat, namun karena adanya kotoran cair yang sangat bau dari salah satu toilet," ungkap Sachdev, menjelaskan apa yang diungkap oleh pilot pesawat tersebut.

Sachdev kemudian menyebarkan berita ini melalui Twitter-nya dan selanjutnya melakukan protes karena insiden tersebut membuatnya dan seluruh penumpang lain menunggu berjam-jam untuk penerbangan selanjutnya. Sementara itu, juru bicara British Airways meminta maaf kepala seluruh penumpang akibat ketidaknyamanan tersebut. "Kami telah memberikan akomodasi hotel dan jadwal penerbangan baru bagi para penumpang untuk terbang keesokan harinya," ungkap juru bicara tersebut.

Hingga saat ini tak diketahui dari mana kotoran yang menyengat tersebut berasal. Namun pelajaran yang bisa diambil, sebaiknya berhati-hatilah ketika ingin buang air besar di pesawat. Jangan sampai bau yang keluar merugikan banyak orang, bahkan sampai membuat pesawat gagal berangkat seperti yang terjadi di Inggris ini. (merdeka.com/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru