Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026

P u i s i

- Minggu, 08 Januari 2017 21:28 WIB
412 view
INDAHNYA

Dentingan gemuruh lonceng
Detakan jarum jam
Aroma semerbak dan bias cahaya matahari
Menyapa pagiku yang penuh cinta
Rona wajah yang memerah
Disudut kamar yang sepi dengan tirai biru yang seakan membuka
Pancaran sinar senyumanku
Membuka tabir gejolak keindahan cinta yang kita ciptakan
Kau bagi sesosok pangeran
Yang menyelinap menembus kabut harapan
Cintaku yang kelabu
Menyimpan banyak torehan luka
Mahligai cinta fatamorgana
Kau datang mengobati cinta yang ternoda
Hatiku yang dulunya membeku terhempas disegita bermuda
Cintaku yang dulunya karam dilautan tenang
Kini kembali berpencar
Iringan bayur senja yang bertiup
Menyampaikan cintaku padamu
Tiada lapaz sendu yang terindah
Yang dapat kugambarkan padamu
Carut marut hidupku
Kau ubah menjadi tertato dan lebih bermakna
Jalinan kasih kita jalani bersama
Indahnya cinta yang kita rasa

Tri Ayu Wulandari Harahap,
Percut Sei Tuan

TERUSKAN

Utarakan apa yang ingin kau utarakan
Ungkap saja jika ingin kau lakukan
Hingga kau tau di balik kata
Menyimpan sejuta air mata
Bila harus ucapan itu melegakan
Suguhkan di tiap hembusan nafasmu
Bayang mu kupeluk dalam hening
Bersembunyi dari jiwa yang meronta
Aku adalah sutra
Aku juga mangsa
Selama nafasku masih mengarah
Tanpa helaan panjang buat mu resah
Aku jadi bayang mu
Selalu ada seperti kau minta
Teruskan saja pintamu itu
Sampai ku tau kau tak lagi fiktif belaka

Geby Ayunda
SMAN 1 Siantar Narumonda

KASUR

Bayang-bayang harap duka
Ribuan risau goresan terpukau
Jariku kini menari
Menari dalam benang-benang kasihmu

Kini bayang telah mati
Mati dirampas terik
Terik yang dulu meriuk jiwa

Buka alasan terpaut luka
Kini kasurmu bukan yang dulu
Menusuk dan meleleh

Tak ada luka jadi jalur
Merampas kaca dari dadaku
Kini dadaku makin membesar
Dalam bara rintihan perih

Yohana Imelda Lubis,
SMAN 1 Siantar Narumonda

JUJUR
 
Tak perlu kau tertawa terbahak-bahak
Tak perlu kau menangis tersedu-sedu
Tak perlu kau menari-nari
Tak perlu kau berlari-lari
Tak perlu kau bersenda gurau
Tak perlu kau histeris
Tak perlu kau menjerit
Tak perlu kau terkejut
Tak perlu kau berlagak bodoh
Tak perlu kau memohon-mohon
Tak perlu kau merayu-rayu
Tak perlu kau berkata manis
Tak perlu dan tak perlu
 
Katakan ya bila ya
Katakan tidak bila tidak
Itulah "Jujur".

Yemima Grace Seera Nainggolan,
SMP Budi Murni 1 Medan

PERTANDA

Kuambil bongkahan batu besar
Kulempar dan ku biarkan
Kuingin terbangkan ke langit
Agar sampai angkasa
Matahari seakan termenung
Sinar hangat menjadi rapuh
Kenyataan seakan dongeng
Membritakan cerita berkesudahan
Merah kuning hijau tak beratur
Menyertai hidup tak berarti
Pertanda apakah ini..?
Bingung, takut, sesal, menjadi satu.

Lola Theresia Sitorus,
SMAN 1 Siantar Narumonda

PUNGGUK

Hilang tanpa suara
Bagai pungguk merindukan rembulan
Rembulan yang tidak akan pernah turun
Dimana bintang hanya bersinar sendiri
Malam begitu cepat
Matahari datang tanpa permisi
Mendung memberikan pertanda
Tetes-tetes air mulai berjatuhan
Bumi seakan hilang
Matahari takut bersinar
Bumi berharap kembali dulu
Dimana pungguk tidak merindukan rembulan lagi

Clara Refiana Tambunan,
SMAN 1 Siantar Narumonda
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru