Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026
Cerpen

Asap di Balik Kantin

* karya Risna Yani Hasibuan, SMAN 2 Rantau Selatan, Labuhanbatu
- Minggu, 15 Januari 2017 18:18 WIB
506 view
Pagi cerah. Senin adalah hari  baik untuk belajar. Maksudnya, karena didahului upacara kemudian masuk kelas, ada pemanasan tubuh sedikit. Minimal karena kena tumpahan matahari.

Aku semangat 45 bila Senin. Soalnya, ingin menyaksikan tim lain mengibarkan bendera. Mana lebih baik dengan timku. Tetapi, masuk ke sekolah, aku tak menemui siapa-siapa. Rekan sekelas belum ada yang hadir.

Lama menyendiri, aku sengaja berdiri di depan podium di depan tiang bendera. Rekan-rekan dari kelas lain yang bertugas hari ini, sudah berkumpul. Mereka tertawa-tawa. Entah candaan apa yang dikemukakan.

Sampai lonceng berbunyi, tak kelihatan juga rekan kelasku. Begitu upacara selesai, tergopoh-gopoh rekanku berlari. Ada Ronald, Rian, Irul, Abi dan entah siapa lagi.

Begitu mendekat, aku mencium aroma yang tak enak. Nafasnya rada bauuu... Aku langsung memvonis, mereka pasti semibegadang hingga terlambat. Atau, yang lebih ekstrim, sambil minuman beralkohol. Sekarang bau tembakau. Ngerokok.

Saat lonceng istirahat berbunyi. Mereka semangat berlari ke kantin tapi sekejap menghilang. Aku sempat kecarian. Tapi ketika kutanya, tak ada yang mau menjawab.

"Mau tau apa mau tau aja!" jawab Irul dengan nada meleceh. Aku sampai panas hati tapi mau bilang apa. Emang ngaruh samaku jika tidak mau ngasih tau.

Hanya, karena sering ditanya namun tak pernah menjawab, aku sebal juga. Baru bertanya-tanya dalam hati, saat upacara mereka dipanggil ke depan.
Pak Anton, Guru BP, mengumumkan sejumlah siswa yang menjadi contoh tak baik. Termasuk rekan-rekan yang kusebutkan di atas.
Hatiku terpukul. Tak ada hukuman yang dialamatkan pada sahabat-sahabatku tapi malunya bukan main. Diumumkan di depan siswa. Persoalannya karena ketahuan merokok di kompleks sekolah.

Tetapi, simpatiku berbalas lain, Rekan-rekan mencurigai aku yang mengibusi mereka ke guru. Ya, Allah... kok tega memfitnahku seperti itu. Terus terang, aku tak suka mereka merokok tapi kalau sampai mengadu pada guru agar mereka dihukum tidak segitunya.

Meski demikian, aku positif thinking aja. Aku tetap mendekat pada mereka, tetap juga mengingatkan agar tidak merokok. Minimal, di lingkungan sekolah.

Sekarang, aku bersyukur karena harapanku dipenuhi. Mereka tidak lagi merokok di sekolah. Tetapi, ya ampuuun... tiap istirahat, mereka kini melompat pagar. Dari belakang kantin, melompat hanya untuk ngerokok.

Mengetahui aku paham akan tingkah laku mereka, kawan-kawan curiga lagi padaku. Menuding aku bakal melaporkan pada guru. "Berapa sih kamu digaji jadi intel, Wan?"

"Maksudnya?" aku balik bertanya tapi dari nada ngomongnya, mereka marah. "Terus terang, aku gak suka kalian merokok tapi kalau melapor karena ingin kalian dihukum, aku tidak seperti itu!"

Aku tak punya cara menghentikan mereka merokok. Cuma berdoa, kiranya dibukakanNya jalan agar aktivitas yang kurang baik tersebut terhenti drastis.

Kini, karena aku mulai cuek, kawan-kawan terang-terangan menjalani aktivitasnya. Aku pun terang-terangan mencegahnya. Membagi gula-gula yang dapat mengurangi nafsu merokok. Bonbon itu mengandung kayu manis dan cengkeh. Tetapi hasilnya, tak juga maksimal.

Suatu kali, karena melompat pagar, satu dari mereka tergelincir.  Tak hanya seragam sekolah kotor, tapi kaki keseleo. Tidak peduli mereka memusuhiku, akulah yang menggotong ke ruang Guru BP untuk perawatan awal.

Insiden tersebut membuat aktivitas merokok dan lompat pagar diketahui guru. Ujung-ujungnya, Guru BP memanggil orangtua mereka yang terlibat merokok di sekolah.

Aku prihatin. Ketika diundang rapat untuk menentukan hukuman karena perlakuan mereka sudah melampaui jauh sebagai pelajar, aku yang membela. Bermohon pada Guru BP untuk menganulir rencana menyekor. "Kasihan, Pak. Tidak masuk sekolah membuka kemungkinan kawan-kawan merokok lebih leluasa. Selain itu, tertinggal pelajaran," ujarnya. "Saya usul, tambah waktu eksrakurikuler dengan kegiatan olah tubuh!"
Usulanku diterima.(l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru