Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Curhat

Masih Belum Sempurna

* Iwan Alfian Marpaung SMK Teknik Nasional Kisaran
- Minggu, 21 Mei 2017 19:26 WIB
716 view
Dua bulan di rantau. Belum enam puluh hari sih, tapi sepertinya sudah sesemester. Mula-mula merasa asing. Gak betah. Soalnya, lingkungan berbeda sekali dengan apa yang selama ini dijalani.

Apakah hidup di kota memang begitu? Masing-masing pribadi memiliki ego yang tinggi. Meski demikian, masih tidak seperti yang diceritakan selama ini oleh banyak orang bahwa menetap di kota besar harus liar. Kupikir, untuk menaklukkannya tergantung pada diri sendiri. Seperti kata pepatah, pandai-pandailah meniti buih.

Tetapi buih yang kutiti berasa aneh. Yang namanya buih kan tidak keras tapi yang kuhadapi seperti duri. Berwajah manis dengan senyum tapi hatinya beda.
Semua yang tak enak di hati, kubawa dalam doa. Minta kekuatanNya agar aku mampu. Kadang, meski pahit, aku tetap senyum. Mengalah untuk menang.

Dulu, ketika berangkat dari kampung halaman, niatku untuk kerja. Berkarier apa saja. Pernah ikut angkut buah di Tanah Karo. Jenuh. Bergeser ke Medan.

Ibu kota Sumut memang menggiurkan. Kota metropolitan memberi harapan. Ada tawaran menjadi tenaga pengaman. Sesuai dengan tekadku, apapun jadi. Yang penting bekerja. Namun, seperti yang kututurkan di atas... perlu persiapan fisik dan phisik prima untuk bertahan.

Dengan kesabaran, rasa tak enak dapat ditekan. Memasuki bulan kedua, mulai kerasan. Adalah hal biasa jika harus menahan perasaan. Yang paling tidak bisa kutanggung adalah kewajiban beribadah.

Ketika berangkat, orangtua membekali dengan Alkitab. Hal tersebut kukerjakan sepanjang ada kesempatan. Saking getolnya, kitab suci itu kuletakkan tepat di atas kepala. Bila malam terjaga, langsung membuka dan membaca.

Satu nats saja pun kubaca dan kupahami, sudah memberi kesukacitaan. Yang belum kulakukan, beribadah berkumpul bersama rekan seiman di gereja.
Pernah sekali merayakan Paskah bersama tapi suasana warga kota beda. Melihat ada jemaat baru, rasanya aku dicurigai. Sorot mata mereka membuatku jadi kikuk. Tetapi, aku harus mencoba untuk sempurna. (d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru