Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Anak-anak Sanggar PKBM Unity Samosir, From Nothing To Something

- Minggu, 18 Juni 2017 19:42 WIB
862 view
Anak-anak Sanggar PKBM Unity Samosir, From Nothing To Something
SIB/Dok
Seni Etnik: Sebagian anggota Sanggar Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Unity di kawasan Tuktuk Siadong, Simanindo, Samosir dalam penampilan seni etnik menyambut wisatawan luar negeri.
Samosir (SIB)- Sanggar Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Unity di kawasan Tuktuk Siadong, Simanindo, Samosir membimbing anak-anak usia pra hingga sekolah untuk memiliki keahlian serta menjadi perawat warisan leluhur. "Motto kami, From Nothing To Something untuk apa saja yang sifatnya positif," ujar pembina Sanggar PKBM Unity Samosir Kiki Andrea di Medan, Kamis (15/6).

Di Medan, mantan jurnalis itu untuk mengikuti kompetisi pelatihan dan pendidikan luar sekolah dengan membawa Sanggar PKBM Unity Samosir di tingkat provinsi. Berada di posisi ketiga terbaik membuatnya semakin bersemangat. "Posisi menjadi pemenang, tidak prioritas tapi tujuan dari pembimbingan di Sanggar PKBM Unity Samosir mutlak harus dicapai," ceritanya.

Sanggar yang dikelola dengan swadaya warga tersebut kini membimbing lebih 30 anak. Setiap hari, kegiatan dilakukan. Bila anggota sanggar sudah ada yang sekolah, yang diajarkan adalah penajaman pelajaran formal. Tetapi, pengajaran yang dilakukan cenderung untuk menambah skil. "Sanggar PKBM Unity Samosir awalnya dengan motto tersebut untuk menyelamatkan dan membimbing generasi penerus di Samosir melalui dasar seni budaya. Kemudian diboboti dengan pelatihan Bahasa Inggris, komputer dan sejumlah kesenian etnik berbasis tortor. Tetapi yang paling dasar adalah Rabu Gembira Kerohanian. Di mana tiap Rabu kami memujinya. Mulai dengan nyanyian, tarian dan kemahiran bermain perkusi etnik Batak," paparnya.

Kiki Andrea memastikan, dengan cara itu, anak-anak berbakat di Tuktuk sekitarnya dan muaranya di Samosir paham akan kekayaan budaya. Selanjutnya, diarahkan menjadi seniman profesional. "Ada sih anggota Sanggar PKBM Unity Samosir yang direkrut menjadi seniman serta bergabung dengan grup band etnik populer. Kami tentu kehilangan, karena di usia menjelang remaja, sudah bekerja. Tetapi, harus digarisbawahi, From Nothing To Something berarti sudah terbukti," ceritanya.

Pengajaran Bahasa Inggris dan Komputer ditekankan karena Samosir adalah wilayah turis asing hingga dalam berkomunikasi diperlukan bahasa global tersebut. Komputer pun menjadi kebutuhan dalam menambah kualitas.

Sukses di bidang sana, Sanggar PKBM Unity Samosir mulai fokus pada pemberdayaan kaum perempuan dengan melestarikan andaliman. "Kami punya produk andaliman bubuk yang dinamai Samandali asli tanpa bahan pengawet apapun. Dalam bentuk bubuk, Samandali diolah bisa menjadi campuran teh atau ngopi," tambah Kiki Andrea.

Nilai ideologi membawa anak-anak dalam poin yang diajarkan tersebut, menurutnya, agar generasi muda bangsa di Samosir paham bahwa warisan leluhur Batak itu sangat kaya dan harus dikelola untuk menghidupi serta menjayakan bangsanya. (R10/f)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru