Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

P u i s i

- Minggu, 20 Agustus 2017 17:50 WIB
462 view
TEMAN SEJATI

Bersama kita lalui
Perjalanan dan liku hidup
Setiap waktu kita lewati
Dengan kesatuan dalam hati
Kau teman sejati
Yang tak mungkin terlupakan
Meski kan jauh terpisah
Kau kan selalu tinggal di hatiku

Siska Agustina Sirait,
SMAN 1 Siantar Narumonda


RINDU

Jangan berakhir secepat angin berlalu
Tetap menjadi kenangan indah
Diam abadi dalam ingatan
Genggaman tangan pertanda jangan berakhir
Rona senyum itu tetaplah membekas
Hingar-bingar keindahan tak mampu gantikan
Kedamaian tetap bersemayam dalam tidur
Kenangan takkan mudah terhapus
Izinkan raga setia mendekap
Memaku jiwa dengan sumpah setia
Sosok itu takkan terlupakan
Biarpun sang waktu berkuasa
Takkan mengikis kenangan itu
Biarlah bibir mengungkap rasa
Dalam doa menyebutnya
Bahwa rindu telah menggumpal
Dan biarlah raga menikmatinya
Rasa rindu itu

Mery Andriani br.Ginting
Alumni SMA VanDuynhoven Seribudolok


AYAH

Perkataanmu bersemayam diingatanku
Suaramu terdengar di setiap langkahku
Wajahmu selalu terbayang di benakku
Kau meninggalkan sejuta kenangan terindah
Kau meninggalkan jasa yang tak terlupakan
Kau tinggalkan aku sendiri
Kau mengucapkan kata-kata terakhir
Dan kau tutup matamu saat melihatku
Ayah aku akan mengingatmu
Di dalam hatiku yang paling dalam

Natalina Sitorus,
SMA Nasrani 3 Medan


CINTA

Saat itu adalah yang pertama
Melihat dan berbicara padamu
Lalu perasaan ini muncul
Entah kenapa, hati ini berpelsik
Tapi kali ini terasa berbeda
Apakah ini cinta?
Sayang, aku ingin bersamamu
Mesra dan penuh dalam hidup ini
Setia padamu sampai sesak rapuh nafasku
Tuhanku, diakah tulang rusukku?
Lewat puisi kecil ini
Jantungku memohon tuk berbisik
Aku mencintaimu

Leonardo Wijaya,
SMP Budi Murni 3 Medan


MAMA

Mama tiada kasih seputih kasihmu
Tiada cinta seabadi cintamu
Yah...engkaulah mama
Engkaulah tumpuan kasih sayangku
Meski pun aku kadang lupa akan kasihmu mama
Meski pun kadang ku lupa akan cintamu mama
Namun engkau tetap kasih
Mamaku tidak dapat membalas semua jasamu
Hanya doa yang dapat ku panjatkan padamu mama

Hermita Situmorang,
SMA Nasrani 3 Medan


MERDEKA

Merdeka sorak Pejuang
Peluru panah terhembus daging
Bambu runcing melayang tinggi
Merah Putih berkibra bebas
Merdeka teriak Pemuda
Demokrasi bukan mainan
Anak bangsa bermandi cinta
Merdeka seru Rakyat
Berlari harus berjalan pasti
Merdeka negeri panjang usia

Cici Munthe,
SMAN 1 Siantar Narumonda


MENARA

Kekal abadi
Duka dan luka
Melihat keatas
Lihat merah jambu
Meluncur mudah
Sosok wujud
Angan pikiran
Diam khayalan
Pencakar langit
Diatas air kotor
Tak punya tanda

Abraham, I.Manurung,
SMAN 1 Siantar Narumonda


AKU

Aku menutup mata dari kesombongan yang tak ada batasnya
Yang membuat bumi membencinya
Aku menutup telinga dari omongan kosong yang penuh dengan ketinggian hati
Aku menutup hati dari sgala kesombongan yang tak ada ujungnya

Agnes Napitupulu,
SMP Budi Murni 3 Medan


AMARAH

Kututup pendengaranku
Kutak ingin mendengarkan kalian
Mengucapkan itu kepadaku
Diam!!!
Meluap-luap api di dadaku
Seakan terjadi letusan yang dahsyat
Dian!!!Dian!!! pergi kalian!!
Kutak ingin melihat wujudmu

Lidia Sidauruk,
SMP Budi Murni 3 Medan


KERINDUAN

Sunyi sepi kusendiri
Tak ada yang menemani
Dikerinduanku ini
Kucoba terus mencoba
Tetapi kerinduan ini terus mengikuti
Kucoba mengulur waktu
Untuk kembali kemasa lalu
Tetapi aku tidak mampu
Kurindu dirimu ibuku

Ricky Sitanggang,
Budi Murni I Medan


TANGIS DINDING

Pipa rumah terputus
Tangis dinding tak menghibur
Buah busuk tetap bergelantung
Hentakan kaki tak terdengar
Kunci tak bisa membuka gembok
Rambut tak akan tumbuh
Pohon enggan berbuah
Ikan hidup di darat
Retakan tanah tertutup
Goncangan dasyat mendalam
Mayat-mayat kian hidup
Beribu hari terulang kembali

Debora Sinambela,
SMAN 1 Siantar Narumonda
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru