Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026
Curhat

Mak’e, Idul Fitri Aku Tak Pulang...

* Wahyu Ramadansyah - Tanah Alas, Aceh Tenggara
- Minggu, 10 Juni 2018 18:47 WIB
856 view
Mak’e, Idul Fitri Aku Tak Pulang...
Mak, ketika aku bilang kemungkinan besar tak pulang saat Idul Fitri, sejujurnya aku ingin pulang ke kampung. Waktu itu aku pikir tidak bisa pulang karena tidak mungkin meninggalkan pekerjaan.

Soalnya, aku baru masuk kerja. Belum sampai tiga bulan. Belum dapat cuti. Sedangkan ke kampung minimal butuh waktu seminggu. Sebab, perjalan pulang - pergi dua hari tentu sangat melelahkan.

Waktu aku bilang mungkin tidak pulang, sejujurnya aku hendak pulang. Aku rindu mamak, rindu adik dan rindu semuanya. Yang paling bikin aku rindu, ingin sekali ziarah kubur kakek.

Sepanjang puasa Ramadan dan doa-doaku, aku terus bermohon padaNya kiranya saat Lebaran aku diberi kesempatan pulang. Semua nasihat Mak kulakukan. Puasa tidak boleh tinggal, salat tidak boleh bolong. Memang, hidup harus tetap memuliakanNya.

Sekarang, menjelang Idul Fitri. Aku pastikan, aku tidak pulang. Sama seperti ucapanku tempo hari, aku belum dapat cuti. Tidak ada agenda cuti bersama seperti yang diberlakukan pada ASN dan selevelnya.

Meski aku di sini, aku seperti berada di kampung. Bila sahur, aku  serasa menuju surau dan mengambil mik untuk membangunkan tetanggap sahur. Sesudah itu, bersama kawan-kawan ikut asmara subuh. 

Sebelum imsak aku sudah kembali ke surau dan beradzan Subuh.

Pulang ke rumah, mengusuk badan Mak yang terbaring di ruang tamu. Soalnya, aku jarang sekali ikut membantu membereskan piring kotor dan tikar yang digunakan untuk sahur bersama.

 Di sini, rutinitas seperti itu tak pernah kulakukan lagi, Mak. Seharian kerja. Mengikuti irama orang kota yang sibuknya seperti mesin. Tak pernah berhenti beraktivitas. Tapi di sini aku jadi merasa bersalah. Berdosa. Kok tidak mengirim THR untuk Mak dan keluarga.

Untuk Mak pasti ada, tapi tidak mewah. Maaf, Mak... THR untuk adik tidak sebanyak yang diharapkan. Soalnya, aku berbagi dengan kaum dhuafa. Aku merasa doa-doa Mak dan saudara kelompok dhuafa semakin menguatkanku. 

Aku takut, Mak, jika Idul Fitri ini aku berbahagia dalam kemenangan tapi kaum dhuafa di sekitarku tidak merasakannya. (h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru