Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Ucapan Selamat SBY

- Jumat, 11 April 2014 14:58 WIB
451 view
Ucapan Selamat SBY
Sikap negarawan yang ditunjukkan oleh SBY patut diapresiasi. Sekalipun belum ada perhitungan suara final dan valid dari KPU Pusat, dan hanya mengandalkan data dari berbagai lembaga survei yang kapabilitasnya tidak diragukan lagi, SBY mengucapkan selamat kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) karena mampu keluar sebagai pemenang pemilihan legislatif (Pileg). Raihan suara PDI P  mencapai kisaran 19,17 persen, sedangkan Partai Demokrat di kisaran 9,47 persen merupakan  prestasi PDI P yang dianggap SBY sebagai suatu kesuksesan.

Apa yang dikatakan oleh SBY hendaknya menular kepada siapa saja. Artinya semua parpol, semua caleg harus mengatakan selamat kepada pemenang. Pemenang yang keluar sebagai jawara juga saatnya menghargai yang kalah dengan bahasa yang menyejukkan, mendidik, dan menghormati dengan nilai yang iklas dan jujur. Kembali kepada makna ucapan SBY, ini adalah bagian dari pendidikan politik yang sangat penting bagi masyarakat agar masyarakat kita juga membiasakan diri mengucapkan selama kepada kompetitiornya.

Mengakui keunggulan orang lain sangat penting. Keunggulan orang lain yang terakomodir dengan baik dan dikelola dengan sistem manajemen yang baik pula, tentu akan mampu membawa berbagai agenda perubahan. Agenda perubahan yang kita lakukan saat ini belum benar-benar diarahkan dengan baik untuk melayani masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan melakukan percepatan pembangunan.

Salah satu kelemahan kita selama ini dalam berbagai aktivitas berbangsa, mulai aktivitas ekonomi, hukum, pendidikan, dan interaksi sosial adalah kurangnya penghargaan  pada berbagai nilai keunggulan yang dimiliki seseorang. Akibatnya, banyak sumber daya manusia yang hebat dan  berkualitas terbenam karena kita tidak mengakuinya.

Ucapan selamat SBY pada PDI P hendaknya mampu mengangkat budaya mengakui keunggulan orang lain, bagi masyarakat kita. Dengan mengakui keunggulan orang lain, semua anak bangsa   akan berlomba untuk maju, berpikir positif, dan terus menerus meningkatkan kapasitas dirinya.

Untuk membangun budaya mengakui keunggulan orang lain, sikap pemimpin sangatlah penting. Kalau pemimpin mau melakukannya, maka ini akan diikuti oleh semua masyarakatnya karena sudah ada yang jadi contoh dan panutan. Saat ini masyarakat kita kehilangan panutan. Nilai keteladaan sudah sangat jarang ditemukan. Tidak jarang anggota DPR, Bupati/ Walikota, Gubernur, Menteri, sampai aparat penegak hukum masuk penjara karena kasus korupsi. Ini bukti kita mengalami krisis keteladanan.

 Akibatnya masyarakat   kehilangan pedoman dalam berperilaku. Masyarakat bahkan mengutip suatu dogma yang sesat, "Di atas  saja tidak beres, apalagi di bawah". Tentu ungkapan ini seringkali dijadikan sebagai pembenaran oleh masyarakat yang mengarah pada perilaku destruktif. Akibatnya, tidak jarang kita temui perbuatan masyarakat   yang mengarah pada kekerasan, pembunuhan, sampai pada upaya melawan hukum,  sekalipun bersalah.

Untuk itu, ucapan seperti yang dikatakan oleh SBY kepada PDI P merupakan wujud dari sikap negarawan yang sangat bermanfaat agar masyarakat kita juga mau melakukan hal yang sama (santun dan terdidik). Semoga ucapan selamat SBY   P tidak beraroma politis, tetapi ucapan terdalam karena nurani dan keiklasan sebagai panggilan yang sesungguhnya dari pemimpin kepada PDI P. Ini merupakan pendidikan politik (political education) yang sangat baik kepada masyarakat agar sistem politik yang dibangun merupakan politik yang beradab, bermartabat, dan berkarakter sehingga menjadi "starting point" embrio para politisi -politisi yang merakyat, amanah, dan aspiratif.   (#)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru