Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 17 Juni 2026
Tajuk Rencana

Benahi Kota Medan

- Jumat, 20 Juni 2014 10:42 WIB
352 view
Benahi Kota Medan
Akhirnya setelah sekian lama kosong, jabatan Wali Kota Medan secara penuh disematkan kepada Dzulmi Eldin. Ia yang sebelumnya adalah Wakil Wali Kota menjabat sebagai Plt Wali Kota pasca ditinggal oleh Rahudman yang tersandung kasus korupsi ketika masih menjadi Sekda Tapanuli Selatan.

Semasa ditinggal oleh Rahudman, sejak menjalani proses sidang tahun lalu, praktis begitu banyak persoalan penting tidak bisa ditangani oleh seorang Plt. Apalagi mengurus Kota Medan dengan penduduk paling padat di wilayah Sumatera ini, jelas membutuhkan kemampuan manajerial yang tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh satu orang.

Sisa waktu periode 2010-2015 memang harus dikebut oleh Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Ia harus membenahi berbagai persoalan selama periode ini Piala Adipura Kota Metropolitan sudah digenggam selama tiga tahun belakangan, tetapi Adipura saja tidak cukup.

Beban kerja masih banyak. Salah satunya adalah kinerja SKPD di Kota Medan. Di masa Rahudman, begitu banyak kedisiplinan yang dibangunnya. Sedikit banyaknya kinerja jajaran birokrasi sudah menurun dan moral aparat melemah. Ini harus ditingkatkan lagi karena kewenangan wali kota sudah sepenuhnya berada di tangan Dzulmi Eldin. Wali Kota harus menyelenggarakan cara yang benar-benar bisa membuat seluruh aparat di bawahnya bekerja dengan maksimal dan sesungguhnya.

Salah satu yang menjadi masalah di antaranya fasilitas publik yang semakin tidak karuan. Kita menyaksikan bagaimana berita mengenai antrian masyarakat di Rumah Sakit Pirngadi Medan yang notabene adalah aset Pemko Medan. Ini harus ditingkatkan dan dijadikan target perubahan.

Demikian juga dengan kinerja Dinas Perhubungan yang semakin tidak kelihatan. Tanyalah masyarakat bagaimana amburadulnya penataan perhubungan di Kota Medan. Dimana-mana kemacetan dan ketidaktertiban bermunculan. Angkutan kota sembarangan melakukan pelanggaran lalu lintas. Pengguna jalan raya menjadi tidak tertib sama sekali.

Salah satu yang pernah spektakuler dikerjakan oleh Rahudman di masa lalu adalah penataan jalan raya dan pasar. Ia pernah menunggui para operator perbaikan jalan sampai malam hari. Ia juga berani bernegosiasi dengan masyarakat yang berjualan di berbagai pasar demi menertibkan kondisi pasar yang pada saat itu menjadi salah satu penyebab macetnya gorong-gorong dan munculnya genangan air di Kota Medan. Sayangnya ketika Rahudman menjalani masalah hukum, kinerja di bidang tersebut menurun.

Kita berharap masalah ini juga menjadi fokus Dzulmi Eldin. Masyarakat memang menantikan perubahan yang akan dilakukannya di dalam rangka mengemban amanah sebagai Wali Kota Medan. Masyarakat Kota Medan yang berjumlah hampir 3 juta orang ini menanti pekerjaan tangan dinginnya.

Tahun ini Kota Medan akan genap berusia 424 tahun. Tepatnya pada 1 Juli nanti. Tentunya wajar jika kita berharap Kota Medan juga bisa menunjukkan pamornya sebagai kota metropolitan. Selama ini memang Medan sudah menjadi kota yang bersinar di malam hari. Berbagai fasilitas jasa bertebaran dari pagi sampai subuh. Semuanya meningkatkan pendapatan kota Medan sekaligus memberikan lahan pekerjaan kepada para penduduknya.

Namun seiring dengan usianya itu, patutlah Kota Medan juga memberikan teladan kepada kota-kota besar lainnya. Sebagaimana kita sebutkan Medan harus merintis keteladanan kepada kota lain, jika memungkinkan dalam ketertiban, kebersihan dan penataan transportasi publik.

Perlu juga kita ingatkan kepada Wali Kota Medan, bahwa berhati-hatilah dalam bekerja. Ancaman kasus korupsi sudah menghadang sebagaimana dua Wali Kota sebelumnya yang terseret kasus yang sama. Selalulah menggunakan amanahnya sebagai pengemban mandat dari warga Kota Medan, supaya jalannya selamat sampai di ujung nantinya di tahun 2015 (***)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru