Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Diet Gawai Bagi Anak

- Minggu, 16 Juni 2019 09:46 WIB
580 view
Diet Gawai Bagi Anak
Pada musim mudik beberapa hari lalu, ada berita yang sempat viral di media sosial (medsos). Seorang anak mengamuk karena diajak orangtuanya pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan handai tolan. Namun anak itu menolak, sebab di rumah keluarganya tersebut tak ada jaringan internet, sehingga tak bisa berselancar di gawainya.

Saat mau mudik, anak tersebut menangis dan meronta-ronta. Dia tak mau masuk ke mobil sampai harus digendong orangtuanya. Perlawanan anak itu menjadi pusat perhatian warga sekitar dan sempat memacetkan lalulintas.

Ketergantungan beberapa anak terhadap gawai dan internet memang sudah masuk taraf kecanduan. Ada yang tak bisa lepas satu menit pun, kecuali sedang tidur. Saat bangun, yang dicari terlebih dahulu adalah gawainya, bukan lagi orangtuanya.

Gawai yang tersambung ke jaringan internet memang sangat menggoda. Aneka aplikasi tersedia yang membuatnya betah memelototinya, bahkan "tenggelam" dan tak peduli lingkungan sekitar. Bisa bermain "game" menonton video, mendengar musik dan berinteraksi di berbagai jenis media sosial.

Harusnya usia anak-anak merupakan periode emas untuk belajar banyak hal. Banyak orangtua harus marah-marah dulu baru bisa menyuruh anak membaca buku. Itupun tak bertahan lama, saat lengah, anak-anak kembali mengeksplorasi gawainya.

Tak heran ada yang sudah kecanduan gawai yang dikategorikan gangguan kejiwaan. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) misalnya, telah memasukkan kecanduan "game" yang notabene menggunakan gawai ke dalam daftar penyakit. Dalam laporan International Classification of Diseases edisi 11 (ICD-11) ada tambahan daftar tentang "game". Dengan demikian, kecanduan "game" resmi masuk sebagai gangguan kesehatan jiwa.

Kecanduan gawai juga memberikan dampak yang berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Keterampilan sosial buruk bahkan tidak terbentuk. Itu sebabnya perlu ada diet gawai bagi anak-anak.

Bukan berarti anak-anak dilarang memakai gawai. Mereka tetap boleh mengaksesnya dalam batasan tertentu. Misal, ada jam-jam yang ditentukan kapan boleh memegangnya, dan kapan tidak. Lalu, aplikasi mana yang bisa diakses sesuai tingkatan usianya.
Peran orangtua dan keluarga sangat penting dalam diet gawai ini. Ketegasan merupakan unsur penting dalam mendisplinkan anak. Kesadaran anak-anak harus ditumbuhkan melalui dialog dan keteladanan. Jika tak ada diet gawai, maka mereka hanya akan menjadi budak teknologi. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru