Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Permintaan Maaf Wakil Wali Kota

- Jumat, 21 Juni 2019 10:49 WIB
655 view
Permintaan Maaf Wakil Wali Kota
Rabu sore hingga malam kemarin menjadi horor bagi sebagian warga Kota Medan. Pasalnya, hujan deras yang turun sejak siang hingga sore, berdampak luas. Beberapa kawasan yang memang sudah langganan akhirnya banjir, yang ketinggiannya bervariasi.

Jalan Dr Mansyur, Jalan Pasar III dan Jalan Sembada, misalnya tergenang pada ketinggian 30 centimeter-1 meter. Beberapa kendaraan roda dua dan roda empat terlihat mogok. Banyak memilih memutar balik sehingga menimbulkan kemacetan.

Ternyata macet ini dengan cepat berefek ke jalan besar seperti Jalan Iskandar Muda, Jalan Wahid Hasyim, dan Jalan Jamin Ginting sekitarnya. Ketidakdisplinan pengemudi ikut menambah runyam. Akibatnya dari Pasar Peringgan ke Simpang Pemda yang biasanya 20 menit dalam kondisi normal, harus ditempuh 3-4 jam.

Patut disayangkan, saat banjir dan macet, tak ada petugas yang tampak di lapangan. Biasanya kawasan simpang Wahid Hasyim-Iskandar Muda-Jamin Ginting, selalu ada petugas. Namun tadi malam, entah kenapa, tak ada petugas, malah pemuda setempat yang mencoba mengatur lalulintas.

Sebenarnya bagi warga Medan, banjir dan macet bukanlah hal yang aneh. Mereka malah secara satire menyebut banjir tersebut hanyalah genangan. Karena sudah terlalu biasa, keluhan paling dilampiaskan di media sosial (medsos).

Ada yang beda dalam banjir dan macet kali ini. Wakil Walikota Medan meminta maaf atas ketidaknyamanan warganya tersebut. Permintaan maaf itu ditulisnya di Facebooknya yang bisa diakses terbuka.

Dalam postingannya, Wakil Wali kota mengatakan bukan bermaksud melepas tanggung jawab dan menyalahkan pihak lain. Menurutnya, sungai - sungai di seluruh wilayah kota Medan puluhan tahun belum pernah dinormalisasi sehingga mengalami pendangkalan. Dengan kata lain, ini yang disebut sebagai pemicu banjir.

Sayangnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau Balai Wilayah Sungai (BWS) yang berwenang disebut baru bisa melakukan normalisasi sungai di Medan pada 2022. Drainase memang tanggung jawan Pemko Medan dan terus dibenahi. Namun masalahnya bukan pada drainase, melainkan sungainya.

Jika tak ada normalisasi sungai, maka warga Medan masih harus membiasakan diri hidup dengan banjir, paling tidak hingga 2022. Paling tidak, patut diapresiasi keberanian Wakil Wali kota meminta maaf, meski hanya di Facebook. Namun penyelesaian banjir perlu aksi dan tindakan nyata. Kita berharap ada upaya memastikan normalisasi sungai bisa dilakukan secepatnya.(**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru