Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Daya Saing Ekonomi Membaik

- Selasa, 25 Juni 2019 12:13 WIB
425 view
Daya Saing Ekonomi Membaik
Ekonomi global saat ini sedang gonjang-ganjing. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China ikut memerkeruh. Korbannya negara-negara yang fundamental ekonominya yang kurang kokoh.

Indonesia tak luput dari goncangan tersebut. Pemerintah berupaya memertahankan pertumbuhan ekonomi, yang di negara lain justru merosot. Berbagai kebijakan diluncurkan agar membuat Tanah Air tetap menarik bak "gadis cantik" bagi investor.

Upaya tersebut tampaknya berhasil. Peringkat daya saing Indonesia pada 2019 melesat 11 poin dari tahun lalu. Pada 2018 daya saing Indonesia masih pada posisi 43, kini menempati peringkat 32.

Penilaian Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Yearbook 2019, Indonesia tercatat sebagai negara dengan peningkatan peringkat tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Selain Indonesia, IMD juga melaporkan lima negara berdaya saing tertinggi juga tercatat berubah. Singapura yang pada 2018 berada pada peringkat ketiga, unggul jadi peringkat pertama pada 2019, menggeser posisi Amerika Serikat.

Hong Kong masih tetap berada di posisi kedua, diikuti Amerika Serikat. Kemudian Uni Emirat Arab untuk pertama kalinya masuk dalam kelompok lima besar. Sedangkan daya saing Jepang turun lima peringkat dari posisi 25 pada 2018 ke level 30 pada tahun ini.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) mengumumkan peningkatan "credit ratings" Indonesia ke tingkat BBB dengan "outlook" stabil. Penilaian S&P ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena dua lembaga pemeringkat lainnya, Fitch, Moody's, sudah sejak tahun lalu, meningkatkan status setara BBB untuk Indonesia.

S&P dan IMD maupun lembaga peringkat manapun tidak sembarangan menaikkan peringkat sesaat. Misalnya saat ini naik, lalu enam bulan lagi ada risiko menurunkan lagi. Kalau tidak yakin, lembaga pemeringkat tidak akan mengumumkan perubahan apapun. Ini masalah kredibilitas lembaga itu sendiri.

Meningkatnya daya saing ini harus dijadikan penambah semangat untuk terus memacu kinerja ekonomi. Polemik politik berakhir sebaiknya dikurangi. Indonesia harus dikampanyekan sebagai daerah yang aman dan menguntungkan bagi siapa saja yang hendak berinvestasi.

Pekerjaan masih belum selesai. Sinergi semua anak bangsa mesti ditingkatkan. Infrastruktur harus tetap dibangun, pasar keuangan diperkuat, kurangi inefisiensi yang masih terjadi dan sinkronkan program Pusat-Daerah. Kita berharap Indonesia makin kuat fundamental ekonominya dan daya tahannya bertambah terhadap gonjang-ganjing ekonomi global. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru