Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Kesetaraan Gender di Lautan

- Rabu, 26 Juni 2019 09:53 WIB
429 view
Kesetaraan Gender di Lautan
Setiap tanggal 25 Juni, dunia merayakan Hari Pelaut Sedunia atau Day of Seafarer, termasuk Indonesia. Penetapannya merupakan hasil dari kesepakatan akhir sidang IMO (International Maritime Organization) tentang Standard Training of Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978 amandemen 2009 pada 21-25 Juni 2010 di Manila. Jadi sejak 2011 setiap 25 Juni diperingati sebagai Hari Pelaut Sedunia.

Indonesia merupakan negara maritim, yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Wajar laut dan segala yang terkait dengannya mendapat perhatian serius sebagaimana diprogramkan pemerintah Jokowi. Termasuk para pelaut yang bekerja di dalam dan luar negeri. Kontribusi mereka tak sedikit bagi bangsa ini.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki jumlah pelaut yang terbesar di dunia. Para pelaut Indonesia berjasa dalam mendukung perekonomian dunia khususnya Indonesia. Saat ini hampir 90 persen barang-barang yang ada di dunia dibawa dengan moda transportasi laut. Pelaut memiliki peran yang sangat penting dan strategis sebagai penggerak perekonomian nasional dan dunia.

Pada peringatan Hari Pelaut Sedunia tahun ini, ada apresiasi khusus terhadap jasa para pelaut sekaligus mendorong kesetaraan gender. Kaum perempuan diharapkan untuk berperan sebagai pelaut yang andal sesuai dengan tema Hari Pelaut Sedunia tahun 2019 yakni "I Am On Board With Gender Equality". Saat ini dunia maritim tengah mengedepankan pentingnya perempuan dalam jajaran profesional pelaut.

Pada masa lalu hingga saat ini, masih terasa diskriminasi terhadap perempuan. Mereka kesulitan bekerja di perusahaan besar, dan kalaupun diterima, ditempatkan di kantor. Memang ada yang bertugas di kapal, namun terbatas pada posisi tertentu dan sulit mendapatkan promosi.

Melalui peringatan Hari Pelaut Sedunia ini terbuka peluang besar bagi perempuan untuk menunjukkan peran dan kontribusi yang telah mereka berikan dalam berbagai karir dan profesi maritim, khususnya pelaut. Kemampuan pelaut perempuan tak boleh dipandang sebelah mata. Sebab dari catatan, rekam jejak pelaut perempuan cukup baik dan perlu mendapat hak yang sama dalam bekerja maupun peluang jenjang karier.

Kita mengapresiasi para pelaut yang telah berkorban baik waktu dan tenaga. Mereka berjasa dalam perpindahan orang, pengiriman barang dan komoditas di dunia berjalan dengan lancar, aman dan selamat sampai tujuan. Menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut tidaklah mudah. Hanya orang berkemampuan dan berdedikasi tinggi yang bisa melakukan.

Hak-hak para pelaut sudah sepatutnya mendapat perhatian semua pihak. Jangan ada lagi yang mendapat gaji tak layak. Bukan hanya yang bekerja di dalam negeri, pelaut Indonesia di kapal asing, mesti dilindungi haknya.

Para pelaut Indonesia harus meningkatkan kualitasnya, tanpa memandang gender. Sebagai negara maritim, pelaut Indonesia jangan bermain di lokal, tetapi mesti mampu berkarya di level dunia. Selamat Hari Pelaut Sedunia!(**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru