Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Juara Kedua Karena Sampah

- Kamis, 18 Juli 2019 10:21 WIB
409 view
Juara Kedua Karena Sampah
Memprihatinkan, Indonesia kini menjadi negara kedua penghasil sampah terbanyak di dunia, setelah China. Pada 2019 ini Indonesia akan menghasilkan sampah sekitar 66-67 juta ton. Ini meningkat tiga juta ton dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 64 juta ton.

Sebagian besar sampah tersebut ternyata dihasilkan rumah tangga hingga kegiatan usaha. Karena keterbatasan, diperkirakan hanya 40 hingga 60 persen sampah yang dapat terangkut ke tempat pembuangan akhir. Lalu sisanya ke mana? Ada yang tak terangkut, atau malah terbuang ke sungai dan laut.

Masyarakat yang tinggal di perkotaan dan daerah penyangganya, ternyata menghasilkan sampah lebih besar daripada daerah lainnya. Padahal jumlah kota ini hanya tiga persen dari keseluruhan wilayah. Sebesar 75 persen emisi karbondioksida dihasilkan daerah perkotaan.

Apalagi kondisi Indonesia yang merupakan negara maritim membuat sampah banyak mengalir ke laut. Mayoritas sampahnya adalah plastik yang sulit terurai. Ini menjadi ancaman baru bagi manusia, karena ikan laut yang sudah memakan plastik.

Ikan pemakan plastik sangat berbahaya dikonsumsi. Sebab plastik masuk ke dalam tubuh akan memicu kanker. Tak heran penderita penyakit ini meningkat dari tahun ke tahun.

Presiden Jokowi beberapa hari lalu mengaku heran, persoalan sampah sudah berkali-kali dibahas dalam agenda penting pemerintah daerah hingga ke tingkat pusat. Namun, hingga saat ini belum terselesaikan. Padahal sebenarnya, jika ada sinergi dan komitmen semua pihak, bisa dengan mudah diatasi.

Sudah saatnya kesadaran akan hidup bersih dan penanganan sampah yang tepat menjadi gerakan nasional. Tak cukup hanya seremonial yang hanya diisi kegiatan pencanangan saja. Tetapi menjadi bagian dari gaya hidup.

Cara Singapura menangani sampah bisa ditiru. Meski mungkin bagian sebagian orang dianggap terlalu kejam. Hukuman denda yang besar terbukti efektif. Orang Indonesia yang ketepatan di sana ternyata patuh terhadap aturan membuang sampah pada tempatnya.
Sungguh memalukan, negara ini juara kedua dalam bidang sampah. Jika tak ada tindakan drastis, tak mustahil akan menjadi juara pertama. Meski berbagai ikhtiar masih belum efektif, harus ada inovasi agar sampah bisa diatasi, selain terus menumbuhkan budaya bersih. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru