Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Citra Kota Medan Sebagai Objek Wisata

- Jumat, 19 Juli 2019 15:17 WIB
914 view
Citra Kota Medan Sebagai Objek Wisata
Bukan hanya Danau Toba, Kota Medan juga merupakan destinasi wisata yang banyak diminati turis. Ada banyak peninggalan bersejarah seperti Istana Maimun dan rumah Tjong A Fie. Tak heran kunjungan wisatawan tak pernah sepi di kota ini.

Tak hanya itu saja, wisata kuliner berkembang di Kota Medan. Sebut saja Ucok Durian, Bolu Meranti, dan Bika Ambon, yang menjadi oleh-oleh andalan. Pusat jajanan berkembang pesat di inti kota, menjadi pilihan wisatawan.

Medan sebagai destinasi sekaligus sebagai kota transit. Biasanya sebelum atau sesudah ke Danau Toba atau Bukit Lawang, turis menginap dan menikmati kota ini. Jadi potensi Medan sebagai daerah tujuan wisata tak bisa diremehkan.

Itu sebabnya, semua pihak harus memberi perhatian terhadap pariwisata di Kota Medan. Pemko sendiri sudah memiliki OPD (organisasi perangkat daerah) yang mengurusinya. Artinya ini pengakuan atas kontribusi sektor ini terhadap daerah ini.

Sebagai destinasi wisata, sudah seharusnya turis yang berkunjung diberikan rasa aman dan nyaman. Jangan sampai mereka tak mau lagi berkunjung karena perlakuan tak menyenangkan. Ini bukan tugas pemko saja, tetapi melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk polisi dan masyarakat.

Sayangnya, citra Medan tercoreng sebagai destinasi wisata yang aman. Dalam sepekan, ada dua kasus perampokan terhadap turis asing. Ini kabar buruk, sebab informasi akan beredar cepat dan pasti memengaruhi keinginan turis berkunjung.

Rabu kemarin, wisatawan asal Italia bernama Betty Francesco yang menjadi korban. Saat itu, dia tengah berjalan sendirian untuk pulang ke hotel tempat dia menginap. Tiga penjambret

mengambil ponsel warna putih milik korban dengan cara merampas dari tangan korban dan langsung melarikan diri.

Sebelumnya, pada 10 Juli lalu, wisatawan asal Prancis, bernama Robert Jannies dijambret di Jalan Cipto Mangunkusumo, atau tepat di belakang Rumah Dinas Gubernur Sumut. Saat itu, dia bersama istri dan dua anaknya sedang dibawa pemandu berkeliling Kota Medan. Telepon selular dan kamera dirampas dari tangan Robert.

Ini tugas bersama, polisi saat ini sedang giatnya membasmi begal. Diharapkan, keamanan wisatawan juga mendapat perhatian. Dinas Pariwisata bersama para pemandu mesti memberi panduan pencegahan kepada turis agar tidak menjadi sasaran kejahatan di Medan. Sebab jika masih terus terjadi, citra Medan akan hancur sebagai objek wisata. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru