Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 05 Oktober 2026

Mengembangkan Waralaba Lokal

- Minggu, 28 Juli 2019 12:36 WIB
441 view
Mengembangkan Waralaba Lokal
Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) mencatat waralaba lokal pernah jaya pada 20 tahun silam, tepatnya pada 1995. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, masuklah waralaba asing. Tak mampu bersaing akhirnya merontokkan perkembangan bisnis lokal tersebut.

Kini hanya sekitar 120-125 waralaba lokal yang masih bertahan di tengah gempuran kompetitor asing. Industri waralaba mampu mencetak transaksi Rp 7,5 triliun pada tahun 2018 ini. Angka tersebut lebih tinggi dari transaksi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7 triliun.

Meski begitu, waralaba lokal bertumbuh sekitar lima persen per tahun. Bisnis di sektor kuliner memang yang paling banyak diminati setiap tahunnya. Selain karena pasar bisnisnya yang luas, nilai investasi yang ditawarkan juga beragam.

Modal yang diperlukan untuk mendirikan bisnis waralaba kuliner juga terjangkau, dibandingkan dengan sektor lainnya.
Segmentasinya sangat luas, semua kelas bisa digarap, mulai kelas bawah, menengah sampai kelas premium. Karena ruang geraknya cukup luas, jadi kesempatan berkembangnya juga luas.

Sebenarnya potensi waralaba Indonesia sangat besar. Beberapa daerah memiliki ciri khas yang bisa menjadi produk nasional.
Sebenarnya tidak terbatas pada kuliner, walau mesti diakui memang potensi terbesar di sektor ini.

Kopi lokal misalnya bisa berkembang pesat. Padahal ada waralaba asing seperti starbucks yang sudah memiliki nama besar. Ternyata masih ada ceruk untuk pemain lokal. Hal itu didukung banyaknya jenis kopi lokal yang telah terkenal hingga ke mancanegara.

Sekarang tinggal mendorong kaum milenial menjadikan waralaba lokal sebagai langkah awal berwirausaha. Ada banyak peluang yang ditawarkan, dari modal jutaan hingga puluhan juta. Tidak terlalu sulit bagi pemula yang ingin memulai bisnis sendiri.

Sekolah-sekolah sejak dini sudah mulai memperkenalkan kewirausahaan. Gairah menjadi entrepreneurship ini mesti dikelola dengan baik. Jangan semangat yang menyala akhirnya redup karena kaum mudanya tak mengerti apa yang mau dilakukan.

Model pendampingan mesti ditingkatkan dalam menjaring wirausaha yang potensial. Mereka perlu dibimbing agar tak minder, atau jangan pula terlalu percaya dirinya. Sebaiknya pemerintah mendorong bank untuk berani membantu permodalan waralaba lokal. (**)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru